Sunday Afternoon, setelah selesai dengan rutinitas belajar bahasa asing di Fakta Bahasa Bogor, Aku dan adikku langsung meluncur menuju GOR Pajajaran dengan dijemput oleh 'dia' :D *mumpun dia lagi di Bogor, fikirku, aku tidak menyianyiakan waktu dan kesempatan buat hang out ^^,
Pemkot Bogor sedang menggelar acara BOTRAM yaitu Bogor Travel and Meals di Gelanggang Olah Raga Padjadjaran sejak hari Jumat, 4 September hingga hari Minggu, 6 September 2015. Perutku sudah keroncongan, ditambah bayangan makanan yang berlalu lalang di fikiranku. Teman-temanku sudah pergi kesana di hari sebelumnya dan merekomendasikan beberapa makanan yang katanya enak dan ramah kantong. Semakin tak sabar aku ingin mencicipi makanan-makanan tersebut.
Perjalananku dari IPB Baranangsiang menuju GOR Padjadjaran sempat terhambat macet yang melanda Kota Bogor. Ya Tuhaann, aku ingin berteriak ketika melihat mobil berhadapan saling menyalip mencari jalan, mobil-mobil pribadi yang diparkir sembarangan di pinggir jalan, serta angkot-angkot yang belok dan berhenti semaunya tanpa lampu sein. Sepanjang jalan, dia yang menyetir, menggerutu karena kepadatan lalu lintas itu. Kami butuh waktu hampir 2 jam untuk sampai tempat tujuan. Mapsossaaa !!
Sesampainya di GOR langsung beli tiket untuk 3 orang seharga Rp. 5000/orang. Sayang sekali saat aku menanyakan free gift sudah habis, padahal temanku bilang ia mendapat free gift beauty soap dari produk sponsor Illies, yasudahlah mungkin belum beruntung. Tidak terlarut dalam kekecewaan, kami bertiga langsung masuk dan membeli beberapa jajanan yang dijual. Aku beli Nasi Bogana Pak Endut yang direkomendasikan temanku, dan rasanya enaaakk aku tak kecewa. Adikku membeli kebab dengan daging yang tebal, dan Dia membeli Taco dan Hamburger. Untuk oleh-oleh kami membeli kripik kentang kakaQu aneka rasa.
Acara ini disponsori oleh Le Minerale dan Saniaroayle jadi di sana banyak booth yang menjual produk-produk mereka dengan hargayang lebih murah dari pasaran. Sayangnya saat kemarin kami ke sana adalah hari terakhir dan kesorean karena kami datang pukul 3 sementara acara ditutup pukul 5 p.m. Next time kalau pemkot menyelenggarakan acara serupa aku harus datang di hari pertama !!!
0
Scheherazade
Setiap orang sepertinya mempunyai nama favorit yang ia sukai, seandainya ia memiliki nama seperti itu, atau seandainya nanti ia mempunyai anak akan diberi nama demikian. Mungkin juga tidak setiap orang, aku tidak tau, tapi sepertinya setiap perempuan memilikinya, dan aku pun demikian.
Aku menyukai nama Scheherazade (re: Syahrazad). Tentu bagi kalian, nama ini tidak asing lagi di telinga. Yap, itu adalah nama tokoh sang narator Kisah 1001 Malam (Arabian Night / One Thousand and One Night). Pertama kali aku mendengar nama ini bukan karena aku suka membaca Kisah 1001 Malam, lucunya justru aku mendengarnya dari drama Korea yang aku tonton My Lovable Girl. Since, I love watching Kdramas alooot *mhiiww ...
Aku suka nama dan tokoh Scheherazade karena dalam drama itu dia digambarkan sebagai Ratu yang bijaksana, cerdas, penyayang, dan peduli sesama. Scheherazade adalah Ratu yang dinikahi oleh Sultan yang kejam. Sultan itu memiliki kelainan sex dan selalu ingin membunuh wanita yang sudah ditidurinya, hingga pada akhrinya hanya tersisa 2 orang gadis di kerajaan tersebut yaitu Scheherazade dan adiknya, Dinarzade.
Scheherazade menceritakan kisah bersambung setiap malam kepada adiknya, Dinarzade yang juga didengarkan oleh Sang Sultan. Adiknya berpura-pura menjadi sangat tertarik dengan cerita tersebut dan meminta Scheherazade menceritakan kelanjutannya di malam berikutnya. Hal ini menyebabkan Sang Sultan tidak bisa membunuhnya karena ternyata ia pun penasaran dengan cerita Scheherazade hingga pada malam ke 1001 Ratu mengaku bahwa ia selama ini sengaja menipu Sultan agar bisa bertahan hidup. Scheherazade menyadarkan Sultan bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah kejam, dan pada saat itu mereka telah mempunyai 3 orang anak.
Sultan mengampuni Scheherazade dan menyadari kesalahannya. Ia kemudian tidak lagi menjadi raja yang kejam dan hidup bahagia bersama.
Aku menyukai nama Scheherazade (re: Syahrazad). Tentu bagi kalian, nama ini tidak asing lagi di telinga. Yap, itu adalah nama tokoh sang narator Kisah 1001 Malam (Arabian Night / One Thousand and One Night). Pertama kali aku mendengar nama ini bukan karena aku suka membaca Kisah 1001 Malam, lucunya justru aku mendengarnya dari drama Korea yang aku tonton My Lovable Girl. Since, I love watching Kdramas alooot *mhiiww ...
Aku suka nama dan tokoh Scheherazade karena dalam drama itu dia digambarkan sebagai Ratu yang bijaksana, cerdas, penyayang, dan peduli sesama. Scheherazade adalah Ratu yang dinikahi oleh Sultan yang kejam. Sultan itu memiliki kelainan sex dan selalu ingin membunuh wanita yang sudah ditidurinya, hingga pada akhrinya hanya tersisa 2 orang gadis di kerajaan tersebut yaitu Scheherazade dan adiknya, Dinarzade.
Scheherazade menceritakan kisah bersambung setiap malam kepada adiknya, Dinarzade yang juga didengarkan oleh Sang Sultan. Adiknya berpura-pura menjadi sangat tertarik dengan cerita tersebut dan meminta Scheherazade menceritakan kelanjutannya di malam berikutnya. Hal ini menyebabkan Sang Sultan tidak bisa membunuhnya karena ternyata ia pun penasaran dengan cerita Scheherazade hingga pada malam ke 1001 Ratu mengaku bahwa ia selama ini sengaja menipu Sultan agar bisa bertahan hidup. Scheherazade menyadarkan Sultan bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah kejam, dan pada saat itu mereka telah mempunyai 3 orang anak.
Sultan mengampuni Scheherazade dan menyadari kesalahannya. Ia kemudian tidak lagi menjadi raja yang kejam dan hidup bahagia bersama.
Subscribe to:
Comments (Atom)

Posted by


