0

India Arie - Can I Walk With You

I woke up this morning you were the first thing on my mind
I don't know were it came from all I know is I need you in my life, yeah
You make me feel like I can be a better woman
If you just say you wanna take this friendship to another place

Can I walk with you through your life
Can I lay with you as your wife
Can I be your friend 'till the end
Can I walk with you through your life (fades away)

You've got me wondering if you know that I am wondering about you.
This feeling is so strong that I can't imagine you're not feeling it too.
You've known me long enough to trust that I want what's best for you.
If you want to be happy then I am the one that you should give your heart to.

Now everyday ain't gonna be like the summers day.
Being in love it really ain't like the movies screen.
But I can tell you all the drama aside you
And I can find what the worlds been looking for forever.
Friendship and love together.

Can I walk with you in your life?
Till the day that the world stops spinning.
Can I walk with you in your life?
Till the day that my heart stops beating.
Can I walk with you in your life?
Can I walk with you
Till the day that the birds no longer take flight
Till the moon is underwater
Can I walk with you
Can I walk with you

This is the moment I've been waiting for
Can I walk with you
Can I walk with you
Can I walk with you

You are everything I've been looking for
Can I walk with you
Creative intellectual
Can I walk with you
Can I walk with you as your wife 
 
 
"This song is for my only Man R.A.H"
0

Un-named


Saat sepi dan hampaku
Dalam kesendirian kupanjatkan doa
Ku mohon agar Kau mengutus malaikatmu
Dengan kasih-Mu Kau kirimkan ia
Kini ku tak lagi sendiri
Seketika itu ia datang
Ia mengisi sepi dan hampaku
Ia memberikanku semangat dan gairah
Bosanku hilang, galauku pun sirna
Entah apa yang merasuki jiwaku
Tapi aku menyukainya
Dia tak mapan, tak juga rupawan
Ucapannya membuat bibirku kelu
Sikapnya mengetuk hatiku
Seolah aku hanya bisa menatap dan tersenyum padanya
Perasaan ini, apa sebenarnya yang aku rasakan ...
0

Fatamorgana

Lima bulan sudah aku mengenalnya, memasuki kehidupannya dan mengganggu hari-harinya. Namun aku masih bergeming di posisi ku. Aku tak memiliki keberanian untuk melangkah maju mendekapnya dalam pelukku, tapi aku juga tak ingin jauh darinya.

Wanita yang menyukai heningnya malam dan keindahan bulan, kecantikannya bersinar tulus dan murni, senyumannya mampu membawa angin sejuk disetiap hariku. Sementara aku hanyalah seorang pria yang terlalu tua untuknya, pengangguran, tak ada kelebihan apapun kecuali lemak di perutku yang tambun. Itu salah satu hal yang membuatku ragu untuk menghampirinya. Aku tak cukup pantas untuknya. Aku bahagia bersamanya meskipun ia bukan milikku tapi aku berharap aku dapat memiliki wanita ini seutuhnya, merangkulnya dengan seluruh hasrat cinta dan kasih yang ku miliki.

Keceriaan wanita ini membuatku buta akan realita kehidupan dan memabukkan ku sehingga aku tak sadar akan waktu yang berlari begitu cepat. Terlalu lama aku bergeming dalam persembunyianku, terlalu banyak kesempatan yang aku buang untuk memilikinya, hingga kini ia telah dimiliki seorang pria. Bagaikan fatamorgana di padang pasir, ia hanya sebuah hayal yang indah bagiku. Aku seperti sang pungguk yang merindukan sang ratu bulan. Meskipun begitu aku turut berbahagia atas kebahagiaannya dengan pria itu. Dan aku masih akan tetap mencintainya dalam diam.

 
0

Cerita Pendek 2

Waktu hampir menunjukkan pukul 19.30 dan dia masih belum juga tiba. Sudah 90 menit aku menunggunya di sini, sebuah cafe kopi ternama di sebuah mall di Bogor. Kesal ku sudah tak dapat ku bendung lagi, aku sangat tidak suka menunggi tapi sejak awal aku bersamanya dan setiap kami kencan ia selalu membuatku menunggu. Ini sudah kencan kami yang kelima dan ia masih membuatku geram saja. Oh aku sungguh berharap ada seseorang yang kukenal disini yang bisa menemaniku membunuh kejenuhanku, Tuhan. Sekilas kulihat sesosok wanita dengan kemeja putih, sepertinya aku mengenalnya. Itu Muti, sahabatku bersama 2 orang pria yang namapak seperti temannya. "Muti..." Aku memanggilnya setengah berteriak. Langsung orang disekitarku melihat ke arah ku, tapi teriakanku tak berhasil membuat muti berpaling ke arahku. Aku mengambil ponsel bermaksud untuk menelponnya. Ketika aku sedang mencari ponsel di dalam tas tiba-tiba Muti tengah ada di depan mejaku. "Han, ngapain di sini?" "Aku nunggu pacar aku mut, lama banget deh" "Roby? Yaampun, emang dia dimana?" "Dia dari rumah mau jemput aku mut, Tapi belom dateng juga. Muti mau kemana?" "Aku ada janji mau buka bersama han, yaudah aku duluan yah ga enak sama temen aku yang lain" "Yaah Muti kirain mau nemenin aku, yaudah deh, daahh" Dan aku pun kembali termenung sendirian . Aku memainkan game di ponsel untuk mengusir kejenuhanku, tiba tiba ada pesan masuk dari Roby. "Sayang aku tadi muntah" Sontak aku kaget dan panik, seolah semua amarahku padanya hilang bergantikan rasa cemas. Aku langsung menelpon ponselnya tapi tak dijawab. Aku semakin panik, namun aku berusaha untuk menenangkan diriku dengan fikiran-fikiran positif. Mungkin dia sedang membawa kendaraan sehingga ia tak bisa menjawab telpon ku. Ya, itu masuk akal. Sebaiknya aku tetap menunggu kabar darinya yang entah kapan dia akan tiba. Namun aku tetap yakin, ia akan segera tiba dan menemuiku.
0

Cerita Pendek 1

Aku melangkah dalam sepi, hampir goyah dalam setiap pijakan kaki ini. Termenung aku sendiri, otakku berfikir keras mengapa semua ini bisa terjadi dan kerja kerasnya masih saja tak temukan jawaban. Siang tadi aku mengecek BB yang tak sempat kusentuh dari pagi karena kesibukan pekerjaan yang begitu padat. Aku bermaksud untuk mencari kabar Randi yang sejak malam tak ku dengar kabar beritanya. Tapi aku tak bisa menemukan kontaknya saat kuketik namanya di Blackberry Messenger yang terlihat hanya : Result -none- Aku heran, sambil tetap berusaha mencari kontaknya di Category 'kampus' tapi dia tidak ada. Aku ingat semalam ia mengirimkan sebuah pesan, aku segera mencarinya di category 'chat' tapi tidak ada juga. Mustahil, ini tak mungkin terjadi jika ... Dia menghapusku dari kontaknya. Aku semakin panik, jantungku berdegup kencang, darahku meluap hingga ubun-ubun dan seketika itu waktu serasa terhenti. Apa-apaan ini? Mengapa ia menghapusku? Apa yang sudah aku lakukan? Apa salahku? Apakah kini ia membenciku? Randi, aku sama sekali tidak pernah menyangka ia akan melakukan hal yang paling aku benci. Amarah, kesal, sesal, sedih semua tercampur aduk membuat otakku semakin tak bisa berfikir dengan jernih. Aku langsung membuat pesan singkat yang kukirim lewat sms, tapi dia tak membalasnya. Tak putus asa, aku pun mengiriminya Direct Message melalui twitter, dan ia tak terlihat disana. Aku melihat ia memperbaharui statusnya di facebook, aku berniat untuk menanyakan hal itu di komentar statusnya, tapi ketika aku membuka komentar status disana ia sedang berbincang dengan kakak tingkatku, kak Shinta, lalu aku mengurungkan niatku. Beberapa jam berlalu tapi ia belum juga membalas pesanku. Akhirnya aku nekat menulis komentar di statusnya tadi 'kak Roni, delcont bbm aku yah?'. Entah apa yang akan ia dan kak Shinta fikirkan, aku tak peduli apakah pesan itu terlalu frontal. Aku hanya butuh penjelasan darinya. Sepanjang perkuliahan hari ini konsentrasiku benar-benar buyar, aku tak bisa menjawab semua pertanyaan dari dosen, dan teman-temanku bertanya mengapa aku banyak diam. Mulutku memang tak terbuka, tapi sungguh otak dan hatiku sangat ramai dengan berbagai macam fikiran dan perasaan. Selesai perkuliahan aku masih penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Aku mencari tahu dari Time Line twitternya. Disana kulihat sudah ada beberapa posting yang ... Hey, itu balasan dari posting-postingku yang tadi. Saat aku bingung dan galau aku memposting beberapa kalimat tentang hal ini, dan kini dia menulis posting yang berkaitan dengan postingku. Tapi, postingnya itu membuatku kecewa. Aku semakin marah karena mereka terkesan seperti pembelaan diri yang tidak masuk akal. Aku mengirimkan kembali sebuah pesan melalui direct message di twitter : 'Kalau emang bbm eror bisa kali bales pesan aku, maaf kalau aku salah. Yaudah ga usah perang di TL. Makasih' Dia membalas seperlunya. Tak ada kata-kata yang aku harapkan dan alasan 'bb eror' itu sungguh tak masuk akal. Pertanyaannya sekarang adalah, kalau memang eror kenapa ia tak coba mencariku melalui facebook, twitter, sms, whatsapp? Kenapa harus aku yang menanyakan hal itu lalu dia baru menjelaskannya dengan tanpa merasa bersalah? Mungkin seharusnya aku tak perlu bertanya supaya aku bisa tahu sampai kapan dia melupakanku, mudahkah perasaan sayang yang ia katakan kemarin itu kini hilang? Tak berartikah aku di matanya? Apakah dia mempermainkanku? Dia memberikan pin bbm nya tapi aku tidak mau invite. Aku tidak ingin mempertahankan orang yang tidak mau berada di sekitarku. Sebaiknya aku membiarkannya pergi. Fikiran itu sangat sulit untuk dipertahankan, aku hampir goyah dan ingin memilikinya kembali, aku merindukannya, aku masih saja membuka akun-akunnya setiap beberapa menit dan aku selalu kecewa karena tidak menemukan sesuatu yang aku cari. Sampai aku hendak memejamkan mata menutup hari, aku masih membuka akun-akunnya yang samasekali tidak ada perubahan. Tapi, hey Direct Message yang aku kirimkan tadi tidak ada? Message dari dia pun hilang sebagian? Kenapa ini? Apa ... Dia juga menghapusnya? Tapi kenapa dia harus menghapus Direct Message? Hal itu sangat pribadi dan tidak akan ada yang bisa membacanya selain dia sendiri, lalu mengapa pesannya tidak ada? Apa dia takut ketahuan oleh seseorang? Seseorang .. Apa dia mempunyai kekasih, atau apa? Aku selalu berdoa "Yaa الله jika ia baik untukku dekatkanlah kami, jika tidak tolong jauhkan ia dariku agar aku tidak tersakiti" Apa semua ini jawaban dari doaku? Tapi aku kini sudah tersakiti ...
0

?

Apakah semua hal tercipta dengan suatu maksud? Apakah semua yang terjadi adalah takdir? Aku ingin tahu ...
Mengapa ada awal jika semuanya akan berakhir? Mengapa bercahaya jika nanti akan gelap? Mengapa kita hidup jika pada akhirnya tidak ada yang tidak mati? Mengapa ada perjumpaan jika hanya untuk perpisahan? Mengapa engkau datang jika kau berniat untuk pergi?
0

What a song :*

Back to Top