Apa yang terjadi jika handheld yang
sangat canggih kehilangan pesonanya? Akan tampak bagaikan sang primadona
kehilangan kecantikannya, atau raja kehilangan mahkotanya.
Seperti yang kita ketahui berbagai
macam smartphone diciptakan oleh para produsen ternama untuk memudahkan kita
dalam beraktifitas. Sebut saja Samsung dengan Galaxy-nya, Sony dengan
Xperia-nya, Apple dengan Iphone-nya, bahkan Lenovo yang notabene perusahaan
dibidang komputerisasi kini mulai mengembangkan sayapnya dengan menciptakan
phablet (phone tablet) dan yang menjadi raja dipasaran Indonesia sekarang yaitu
RIM dengan Blackberry-nya.
RIM menciptakan Blackberry dengan
berbagai fitur menarik dan sangat berguna untuk menunjang aktifitas anda. Dilengkapi
dengan beragam aplikasi sosial media seperti facebook, twitter, whatsapp, foursquare,
yahoo messanger, my space dan lain-lain; memungkinkan anda bertemu dengan teman
lama dan mendapatkan banyak teman baru. Dengan menyelami situs jejaring sosial membantu
anda berkomunikasi dengan kolega atau famili meski berada di ruang dan waktu
yang berbeda. Selain itu Blackberry juga memiliki aplikasi media yang menunjangnya
seperti camera, music player, voice note, youtube downloader, voice recorder,
video recorder, photo editor yang bisa dimanfaatkan untuk sarana hiburan. Bagi para
pebisnis RIM menyertakan Blackberry dengan browser yang mampu menjelajah dunia
maya tanpa batas; email yang bisa digunakan sampai 10 akun; word to go, sheet
to go, slideshow to go memudahkan anda membuka, membuat bahkan memodifikasi
dokumen kapanpun dan dimanapun anda berada; notepad dan calculator yang
melengkapinya bahkan handheld anda pun dapat anda jadikan modem wifi yang bisa
diakses oleh perangkat elektronik lain.
Namun pengguna Blackberry Indonesia
dirasa kurang memfungsikan kecerdasan sang smartphone. Mereka cenderung hanya
memanfaatkan fitur chatting Blackberry Messenger (BBM) saja yang merupakan
fitur jawara Blackberry, padahal fitur BBM ini hanya dapat digunakan dengan
sesama pengguna Blackberry saja. Berdasarkan data yang diperoleh sekitar 81%
pengguna Blackberry hanya memanfaatkan BBM, facebook dan twitter dan bahkan
tidak mengetahui fitur lainnya yang disediakan oleh RIM. Division Head
Blackberry and Mobile Device Indosat, Benny Hutagalung menyatakan bahwa para
pengguna Blackberry masih menggunakan produk Indosat yang mereka tawarkan mulai
dari harga Rp. 50.000 hingga Rp. 150.000 dan hanya menghabiskan 300-400 mb
paket data untuk BBM-an saja.
Rupanya BBM lah yang menjadi alasan
mengapa Blackberry User memilih Blackberry mereka. Bahkan saat ada pertanyaan
“Jika Blackberry menghapuskan fitur Blackberry Messenger, apakah anda masih
menggunakannya?” dan dengan tegas mereka menjawab “Tidak”.

Posted by







