Life is a choice. To live or to die is your choice. If you choose one, you'll have another choices to be chosen. That is the rule.
"hidup adalah pilihan" itu ungkapan yang sering diucapkan oleh orang-orang bijak. Para blogista mungkin juga sudah mengetahui hal itu dan merasakan bagaimana sulitnya untuk memilih diantara sekian banyak pilihan. Terkadang kita dipertemukan dengan 2 pilihan yang dengan mudah bisa kita pilih hanya dengan mempertimbangkan untung dan ruginya. Tapi tak jarang juga kita berpapasan dengan 2 pilihan yang tidak bisa dipilih semudah itu, contohnya cinta.
Blogista, jika ada 2 orang pria yang mencintai kalian dengan tulus dan sungguh-sungguh apa yang akan kalian lakukan? Mungkin kalian akan bertanya pada hati kalian dan memilih orang yang lebih kalian sukai diantara mereka berdua.
Kali ini admin akan membahas sebuah kisah nyata seorang wanita yang sedang mengalami hal tersebut.
Aku terduduk sendiri menatap satu set komputer yang sedang beroperasi di meja belajarku, sejak 2 jam yang lalu yang aku lakukan hanya memainkan Spider Solitaire, Angry Bird, menggambar abstrak dan kembali memainkan Spider Solitaire. Oh rasanya aku jenuh sekali dan ingin beranjak dari tempat nyamanku ini. Aku beralih ke Blackberry ku yang tergeletak di samping mouse tapi LED nya tak memancarkan warna merah, aki melihat-lihat twitter dan BBM banyak sekali diantara mereka yang memasang foto bersama pacar-pacar mereka dan status yang membuatku iri. Iya, tentu saja aku iri di sabtu malam seperti ini adalah waktunya para remaja menghabiskan waktu bersama pasangan mereka, tapi aku tak mempunyai pasangan sejak ..... entahlah aku tak ingat lagi kapan terakhir kali aku punya pacar. menyedihkan sekali aku ini. Ya Tuhan, ijinkan aku memiliki seorang pacar yang pantas untukku, aku sungguh sangat kesepian.
Sebenarnya ada seorang pria yang terlihat menyukaiku bernama Indra, tapi aku tak begitu menyukainya sehingga aku mengacuhkannya.
Suatu saat, seorang pria yang menyenangkan datang di hidupku bernama Doni. seolah menjawab doaku malam itu. Aku menyukainya, dia sangat menyenangkan dan juga pintar. Kami memang baru bertemu 1 kali untuk berkenalan dan itu pun hanya sepintas, selanjutnya kami hanya berhubungan melalui bbm, twitter, facebook dan sms tanpa pernah menelpon apalagi bertemu dan mengobrol langsung. Kami memang beberapa kali merencanakan untuk bertemu tapi entah seperti Tuhan tak mengijinkan kami untuk bertemu, selalu saja ada halangan dan hambatan sampai detik ini.
Di sisi lain, Indra yang telah menyukaiku lebih dulu terus mendekatiku, dia tak pernah gentar menghadapi sikapku dan dia sangat baik padaku. Aku pernah mengacuhkanya, mengatakan bahwa aku merasa risih olehnya, bahkan tak memperdulikan dia tapi dia tak pernah jahat terhadapku. Dia tetap memperhatikanku, berbuat baik padaku, berkata manis dan selalu sabar menghadapiku. Seiring berjalannya waktu aku mulai menyukainya dan hal ini membuatku bingung.
Aku suka menghabiskan waktu bersama Doni meskipun hanya lewat tulisan. Tapi aku juga menyukai Indra dan tak ingin kehilangan dia.
Kini aku tak tau kemana harus melangkah, aku taku ketika aku melangkah lalu aku terperosok ke dalam sebuah lubang dan aku tak bisa bangkit lagi.
Maafkan aku menjadikan kalian sebagai pilihan hatiku, aku sungguh tak ingin melakukannya dan aku pun tak ingin menyakiti kalian. Tapi aku membutuhkan kalian berdua.

Kini aku tak tau kemana harus melangkah, aku taku ketika aku melangkah lalu aku terperosok ke dalam sebuah lubang dan aku tak bisa bangkit lagi.
Maafkan aku menjadikan kalian sebagai pilihan hatiku, aku sungguh tak ingin melakukannya dan aku pun tak ingin menyakiti kalian. Tapi aku membutuhkan kalian berdua.

Posted by



0 comments:
Post a Comment