A. SEJARAH
PENDIDIKAN DI INGGRIS
Sekolah di Inggris mulai didirikan oleh Saint
Augustine dan pengikutnya yaitu Grammar School dan Song School. Grammar School
bertujuan untuk mengajar bahasa Latin untuk imam bahasa Inggris, dan Song
School (masih dimiliki beberapa katedral sampai sekarang) di mana 'anak-anak
ningrat' dilatih untuk bernyanyi dalam paduan suara di katedral. Lalu sekolah
ini terus berkembang di bawah nama Raja Henry VIII
1.
Grammar
School dan Song School
Sering muncul kekeliruan yang menyamakan Grammer
School dengan Song School. Namun sebenarnya mereka berbeda dari segi yayasan
yang berbeda, fungsi dan sistem pengajaran
Song School pada dasarnya merupakan sekolah
khusus atau profesional bagi mereka yang terlibat dalam langsung dalam
pelayanan. Sedangkan Grammar School memberikan pendidikan umum, tata bahasa,
retorika, logika, aritmatika, geometri, musik dan astronomi - yang dianggap
sebagai persiapan untuk studi teologi, hukum dan kedokteran, yang dibutuhkan oleh
calon negarawan, pengacara, pegawai negeri, dan petugas lainnya. Namun mata
pelajaran yang diajarkan secara sistematis dalam Grammar School adalah tata
bahasa Latin dan literatur, karena tujuan sekolah adalah: untuk mempersiapkan
siswa untuk masuk ke Gereja, melatih calon pendeta dan rahib untuk melakukan
dan memahami pelayanan Gereja, dan untuk membaca Alkitab serta tulisan-tulisan
para Bapa
Banyak sekolah didirikan pada abad setelah kedatangan Agustinus, termasuk di Dorchester di Oxfordshire (sekitar 634), Winchester (648), Hexham (678), Malmesbury di Wiltshire, Lichfield, Hereford dan Worcester.
Banyak sekolah didirikan pada abad setelah kedatangan Agustinus, termasuk di Dorchester di Oxfordshire (sekitar 634), Winchester (648), Hexham (678), Malmesbury di Wiltshire, Lichfield, Hereford dan Worcester.
2.
Pendidikan
Pada Masa Invasi
Pengembangan sekolah di Inggris itu terganggu
oleh serangan Viking di Inggris selama satu abad lebih yang dimulai sekitar Tahun
866. Viking menghancurkan beberpa gedung dan juga membatasi kegiatan masyarakat
pada saat itu. Namun kemudian Raja Alfred yang berhasil mengalahkan dan
mengusir para viking, dan dia kembali membangkitkan pendidikan di Inggris. Ia
menerjemahkan Perawatan Pastoral Paus Gregorius Agung dari bahasa Latin ke
dalam bahasa Inggris dan mengirimkan salinan ke setiap Katedral di kerajaannya.
Dalam kata pengantar buku ini, yang ditulis sekitar 893, dia menyesali
penurunan belajar di Inggris Alfred
menunjukan kepedulian terhadap pendidikan. Sistem sekolah di Inggris mulai
dibangun kembali. Pengaruh dan contoh Alfred akan pentingnya pendidikan terus
dirasakan dan diikuti dalam pemerintahan anaknya dan cucunya
Invasi berikutnya adalah pada masa
kekuasaan William dari Normandia.
Penggunaan Bahasa Perancis sebagai bahasa utama di Inggris ikut mempengaruhi
dalam segi pendidikan. Bahasa Perancis menjadi bahasa pengantar dalam
mempelajari Latin menggantikan bahasa Inggris. 1100-1500 Ekspansi dan
pengembangan
Sekitar 1100 Gereja dan Katedral menguasai
sekolah. Tapi sekolah baru bermunculan yang bukan dibawah kendali gereja atau
katedral. Sekolah ini disebut Free Grammar School. Namun kurikulum yang di
ajarkan di sekolah baru ini masih terbatas dlam hal membaca dan menulis,
sementara di sekolah lama diajarkan cara bernyanyi serta pengetahuan dasar
tentang Latin.
3.
Perkembangan
Pendidikan
Perkembangan tidak hanya terjadi di sekolah
namun juga untuk tingkat perguruan tinggi. Pada periode ini mulai dibangunnya
universitas-universitas ternama seperti Oxford University dan Cambridge
University.
·
Oxford
Oxford University - University College
didirikan pada tahun 1249, Balliol pada tahun 1260 dan Merton tahun 1264.
Perguruan tinggi ini awal didirikan oleh para uskup dan melayani khusus untuk
lulusan kaya.Kurang dari satu abad kemudian, Oxford telah mencapai keunggulan dan
memenangkan pujian dari paus serta raja atas keantikannya, kurikulum, doktrin
dan hak istimewa yang didapatkan para lulusan Oxford
·
Cambridge
Keadaan di Oxford University membuat para
siswanya lelah atas persaingan yang ketat dan bermusuhan. Beberapa sarjana
Oxford pindah ke Cambridge pada tahun 1209. Mereka mempelajari lebih lanjut
dalam aritmatika, musik, geometri dan astronomi. Hal ini menyebabkan tingkat
sarjana dan master. Tidak ada profesor: pengajaran dilakukan oleh guru-guru
yang diakui dan mendapatkan ijin mengajar. Dengan demikian peran guru mulai
terbentuk: mereka yang berlisensi bukan hanya ditunjuk, dan gelar universitas
adalah lisensi untuk mengajar. Beberapa master melanjutkan untuk studi lanjutan
di keilahian, hukum daan kedokteran. Tahapan dalam kemajuan sarjana ditandai
dengan upacra kelulusan, dengan nilai dibedakan oleh variasi dalam gaun,
kerudung dan topi.
Kontrol gereja terhadap pendidikan mulai
berkurang. Hal ini dapat terlihat dari perkembangan filsafat, kedokteran dan
hukumdihapus dari bagian kurikulum pengawasan gereja; universitas baru yang
merupakan badan belajar perusahaan berhak keputusan sendiri atas operasionalnya
karena mereka telah memiliki ijin mengajar dan pemberian gelar; serta pada
akhir abad ke-15 jaringan Grammr School dan Song School telah bergabung dengan
sejumlah sekolah 'independen'. Independent school mulai dibuka untuk mengjarkan
para anak laki-laki baik yang berbiaya atau dengan beasiswa, memiliki karakter yang
baik dan kehidupan yang baik, sopan, mampu bersekolah, memiliki keinginan belajar
dalam membaca.
Tidak ada ketentuan khusus mengenai wilayah
untuk masuk ke sekolah ini karena sekolah ini bersifat independen dan nasional.
Sekolah-sekolah ini selanjutnya berkembang menjadi Public School yaitu sekolah
swasta yang masih ada saat ini. Contoh sekolah ini yaitu Winchester dan Eton.
·
Winchester
Winchester College didirikan oleh William dari Wykeham, Uskup Winchester dan Kanselir Richard II. Makna khusus Winchester adalah bahwa, meskipun terhubung dengan New College namun memiliki dasar yang terpisah dan berbeda untuk anak laki-laki, sebuah perusahaan berdaulat dan mandiri dan mengatur sendiri untuk kepentingannya sendiri.
Winchester College didirikan oleh William dari Wykeham, Uskup Winchester dan Kanselir Richard II. Makna khusus Winchester adalah bahwa, meskipun terhubung dengan New College namun memiliki dasar yang terpisah dan berbeda untuk anak laki-laki, sebuah perusahaan berdaulat dan mandiri dan mengatur sendiri untuk kepentingannya sendiri.
·
Eton
Henry VI mendirikan Eton College pada 1440, diikuti setahun kemudian oleh King College Cambridge, yang harus dipasok dengan ulama dari Eton. Sekolah itu menjadi bagian dari sebuah yayasan besar yang termasuk komunitas imam sekuler, sepuluh di antaranya adalah Fellows, sebuah gereja ziarah, dan almshouse.
Henry VI mendirikan Eton College pada 1440, diikuti setahun kemudian oleh King College Cambridge, yang harus dipasok dengan ulama dari Eton. Sekolah itu menjadi bagian dari sebuah yayasan besar yang termasuk komunitas imam sekuler, sepuluh di antaranya adalah Fellows, sebuah gereja ziarah, dan almshouse.
4.
Periode
Renaissance dan Reformasi Inggris
Di bawah kepemimpinan Raja Henry, Reformasi
Inggris mempengaruhi pendidikan di beberapa aspek. Beberapa sekolah dasar tua
ditutup digantikan oleh sekolah yang baru. Banyak sekolah yang lebih tua
dihidupkan kembali, diperluas, atau diubah menjadi sekolah gratis. Grammar
Schoolmasih menggunakan sistem yang sama, tapi ada perubahan penting dalam
sponsorship-nya. Sedangkan Grammar School abad pertengahan yang khas telah
menjadi milik gereja.
Penghapusan biara-biara besar pada tahun 1540
mengakibatkan refoundation dua belas Grammar School yang merupakan bagian dari
katedral. Hasil lain yang signifikan dari Reformasi adalah terjemahan Alkitab
bahasa Latin ke dalam bahasa sehari-hari dan kemudian ditempatkan di setiap
gereja paroki.
Sementara Reformasi mengakibatkan perubahan
struktur sistem sekolah Inggris, Renaissance tampaknya memberikan sedikit pengaruh
pada kurikulum.Yunani dan Ibrani ditambahkan ke kurikulum Latin utama. Hal ini
dimaksudkan untuk membantu pemahaman yang benar dari kitab suci, dan ada lebih
banyak studi literatur. Namun pendidikan yang diberikan oleh Grammar School
tetap 'kaku dan sempit'.
Renaissance memang memiliki efek memperluas
pendidikan untuk kaum awam, sementara reformasi Henry mengurangi kontrol para
bhikkhu.
Dapat disimpulkan pada periode ini terjadi
peningkatan pengajaran vernakular, kegagalan lembaga-lembaga tradisional untuk
beradaptasi baik dengan perubahan ekonomi atau perkembangan budaya, dan matinya
sebagian besar sekolah terkemuka dari sponsorship oleh lembaga nasional untuk
kebajikan pribadi.
5.
Sistem Pemagangan
dan Ksatria
Pada awal abad ke-16 dan ke-17 terdapat
banyak kritik terhadap kurikulum Grammar School yang terbatas. Secara khusus kritikan
tersebut menyatakan bahwa kurikulum tidak lagi sesuai kebutuhan kelas atas,
yang ingin anak-anak mereka dilatih untuk posting di Pengadilan, bagi diplomasi
dan posisi yang lebih tinggi di tentara. Akibatnya, dua jenis penyediaan
pendidikan menjadi populer dengan kelas atas: magang di tempat kerajinan dan
perdagangan, yang distandarisasi dalam Statuta Elizabethan dari artificers pada
1562, dan sistem ksatria, yang memungkinkan keluarga bangsawan untuk mengirim
anak-anak mereka untuk menjalani kursus pelatihan sebagai kesatria.
6.
Jenis
Sekolah Baru
Sekolah swasta memiliki status sosial yang tinggi. Mereka
juga cenderung memiliki kelas yang lebih kecil dan menghasilkan pencapaian
pendidikan yang lebih baik
daripada sekolah-sekolah negeri. Beberapa LEA telah memperkenalkan variasi dari sistem
yang komprehensif dengan membagi kelompok usia menjadi unit-unit yang lebih kecil: sekolah pertama (Usia
5 Tahun s.d. 9 Tahun); sekolah menengah (Usia 8/9 Tahun s.d. 12/13 Tahun ), menengah atau SMA (Usia 12/13 Tahun – 16/18 Tahun). Sekolah-sekolah Gereja (kebanyakan Anglikan dan Katolik Roma) juga menerima
bantuan dari LEA.
Sekolah umum yang paling terkenal dari sekolah menengah
swasta. Sekolah
ini didirikan untuk memberikan
pendidikan gratis kepada anak-anak pintar yang orang tuanya tidak mampu untuk
mendidik mereka secara pribadi. Mereka berada di bawah manajemen atau
pengawasan 'publik', sebagian besar menyediakan fasilitas asrama, di mana siswa tinggal serta belajar disana meskipun banyak dari mereka juga yang menginap
di asrama.
Meskipun terjadi sedikit perubahan pada
tradisi Grammar School, ada perkembangan yang signifikan dalam pendidikan
anak-anak dan jumlah sekolah yang meningkat. Jenis sekolah lainnya yang mulai
berkembang yaitu Writing School. Tujuan sekolah ini adalah untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat sekuler di mana perdagangan sekarang berkembang dengan
cepat dan administrasi menjadi lebih kompleks. Mereka mengajarkan cara menulis
Bahasa Inggris dengan ahli dan pengecoran rekening. Pada periode Elizabeth, Ascham
menekankan pentingnya bermain dalam pendidikan. Ia mendirikan sekolah sendiri,
yang didanai oleh Richard Sackville.
7.
Konsep
Pendidikan Universal
Sementara itu Grammar School, dengan
kurikulum mereka yang sempit hanya terdiri dari sedikit Yunani dan Latin, tidak
mampuuntuk memenuhi tuntutan baru dalam program pelatihan dan pendidikan
anak-anak. Meningkatnya ketidakpuasan dengan kurikulum tradisional Grammar
School membuat beberapa Grammar School di daerah perkotaam mengubah
kurikulumnya secara signifikan khususnya di bidang matematika dan ilmu alam,
sementara 7 dari 9 Grammar School terkemuka tetap mempertahankan tradisi
mereka.
Akademi yang dimaksudkan untuk pendidikan menteri agama didirikan dalam jumlah yang cukup besar dari tahun 1670 dan seterusnya.Mereka mulai mengambil banyak murid awam dan menyediakan kurikulum yang luas, termasuk (selain Yunani dan Latin tradisional), Bahasa Inggris, bahasa modern, matematika dan sejumlah ilmu pengetahuan alam, terutama fisika.
Akademi yang dimaksudkan untuk pendidikan menteri agama didirikan dalam jumlah yang cukup besar dari tahun 1670 dan seterusnya.Mereka mulai mengambil banyak murid awam dan menyediakan kurikulum yang luas, termasuk (selain Yunani dan Latin tradisional), Bahasa Inggris, bahasa modern, matematika dan sejumlah ilmu pengetahuan alam, terutama fisika.
Pada awal abad ke-18, kurikulum mulai mengambil bentuk modern,
dengan penambahan matematika, geografi, bahasa modern, dan ilmu fisika.
Tapi meningkatnya urbanisasi kini mulai menimbulkan masalah baru. Upaya pertama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di kota dan daerah yaitu dengan mendirikan Sekolah Charity, yang mulai berkembang sekitar akhir abad ke-17.
Tapi meningkatnya urbanisasi kini mulai menimbulkan masalah baru. Upaya pertama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di kota dan daerah yaitu dengan mendirikan Sekolah Charity, yang mulai berkembang sekitar akhir abad ke-17.
8.
Menuju Sistem Pendidikan Negara
Terjadinya revolusi Inustri memerosotkan
kualitas ekonomi, pendidikan serta kehidupan di Inggris. Transformasi sosial, politik dan ekonomi yang
dramatis disajikan untuk mengungkapkan ketidakmampuan penyediaan pendidikan di
Inggris. Sejumlah laporan menyoroti kekurangan dan meminta sekolah-sekolah
untuk lebih dan lebih baik lagi.
Untuk mengisi kesenjangan, dan untuk menyediakan industri baru dan sebagian masyarakat mendapatkan hak pilih Inggris, berbagai jenis sekolah mulai didirikan untuk menawarkan beberapa pendidikan dasar kepada masyarakat.
Untuk mengisi kesenjangan, dan untuk menyediakan industri baru dan sebagian masyarakat mendapatkan hak pilih Inggris, berbagai jenis sekolah mulai didirikan untuk menawarkan beberapa pendidikan dasar kepada masyarakat.
·
Sekolah
Minggu.
Sekolah-sekolah
Minggu mengajarkan anak-anak miskin maupun orang dewasa untuk membaca Alkitab,
tetapi tidak untuk melakukan menulis atau aritmatika.
·
Sekolah
Industri
Sekolah industri
dibentuk untuk memberikan masyarakat miskin pelatihan manual dan instruksi
dasar untuk memperbaiki Kondisi Masyarakat Miskin. Anak-anak diajarkan membaca
dan menulis, geografi dan agama. Tiga puluh anak perempun yang bekerja merajut,
menjahit, pekerjaan rumah tangga, dan 36 anak perempuan yang bekerja di merajut
saja. Anak-anak yang lebih tua diajarkan sepatu, dan membantu menyiapkan
sarapan yang disediakan di sekolah, dan anak-anak muda menyiapkan mesin untuk
carding wol. Mereka juga diajarkan pekerjaan laundry. Staf terdiri dari satu
kepala sekolah, dua guru merajut, dan satu guru untuk sepatu.
Pada tahun 1846 Komite Dewan Pendidikan, di bawah Sir James Kay-Shuttleworth, Sekretaris nya 1839-1849, mulai menyediakan kebun, lokakarya perdagangan, dapur dan mencuci, dan gratifikasi untuk master yang mengajar anak-anak berkebun dan kerajinan.
Pada tahun 1846 Komite Dewan Pendidikan, di bawah Sir James Kay-Shuttleworth, Sekretaris nya 1839-1849, mulai menyediakan kebun, lokakarya perdagangan, dapur dan mencuci, dan gratifikasi untuk master yang mengajar anak-anak berkebun dan kerajinan.
·
Sekolah
Bayi
Sekolah bayi pertama didirikan oleh Robert
Owen (1771-1858) di New Lanark, Skotlandia, tahun 1816. Anak-anak pada usia dua
tahun dan dirawat sementara orang tua mereka bekerja di pabrik kapas lokal. Pengajaran
terdiri dari hal-hal yang yang bisa mereka pahami, dan banyak perhatian ditujukan
untuk menyanyi, menari, dan bermain
Sekolah swasta memiliki status sosial yang tinggi. Mereka
juga cenderung memiliki kelas yang lebih kecil dan menghasilkan pencapaian
pendidikan yang lebih baik
daripada sekolah-sekolah negeri. Beberapa LEA telah memperkenalkan variasi dari sistem
yang komprehensif dengan membagi kelompok usia menjadi unit-unit yang lebih kecil: sekolah pertama (Usia
5 Tahun s.d. 9 Tahun); sekolah menengah (Usia 8/9 Tahun s.d. 12/13 Tahun ), menengah atau SMA (Usia 12/13 Tahun – 16/18 Tahun). Sekolah-sekolah Gereja (kebanyakan Anglikan dan Katolik Roma) juga menerima
bantuan dari LEA.
Sekolah umum yang paling terkenal dari sekolah menengah
swasta. Sekolah
ini didirikan untuk memberikan
pendidikan gratis kepada anak-anak pintar yang orang tuanya tidak mampu untuk
mendidik mereka secara pribadi. Mereka berada di bawah manajemen atau
pengawasan 'publik', sebagian besar menyediakan fasilitas asrama, di mana siswa tinggal serta belajar disana meskipun banyak dari mereka juga yang
menginap di asrama.
Sistem pendidikan di
Inggris dibagi berdasarkan empat negara yang tergabung di dalamnya, yaitu
England, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Setiap negara memiliki sistem
terpisah di bawah pemerintahan masing-masing: Pemerintah Inggris bertanggung
jawab atas England, selanjutnya Pemerintah Skotlandia, Pemerintah Wales dan
Eksekutif Irlandia Utara bertanggung jawab terhadap sistem pendidikan negara
masing-masing.
1. Struktur
Dasar Sistem Pendidikan di Inggris
Sistem
pendidikan di Inggris yang umumnya dibagi menjadi beberapa jenjang berdasarkan
umur, sebagai berikut:
·
Pendidikan pra-primer (pre-primary education), usia 3-4 tahun
·
Pendidikan primer (primary
education), usia 4-11 tahun
·
Pendidikan sekunder (secondary education), usia 11-16 tahun
·
Pendidikan lanjutan (further education), usia 16-18 tahun
·
Pendidikan tinggi (higher
education), usia di atas 18 tahun
Pendidikan wajib belajar
dimulai sejak pendidikan primer saat anak-anak menginjak usia 5 tahun dan
berakhir sampai dengan usia 16 tahun. Batas akhir usia wajib belajar ini akan
berubah secara bertahap mulai tahun 2013 menjadi 18 tahun pada tahun 2015.
Umumnya siswa setelah menyelesaikan pendidkan sekunder (usia 16 tahun), lalu
mengambil ujian General Certificate of Secondary Education (GCSE), untuk kemudian melanjutkan ke pendidikan
lanjutan (further education) selama 2 tahun. Umumnya setelah
mendapatkan nilai GCSE siswa di Inggris mengambil kualifikasi AS (Advanced Subsidiary) level yang kemudian
dilanjutkan dengan A-Level, yang
dapat diambil di sekolah yang sama, sixth form college atau further education college. A-Level biasanya dipakai sebagai syarat
melanjutkan pendidikan ke universitas. Selain A-Level terdapat
beberapa pilihan lain seperti kualifikasi Business and Technology
Education Council (BTEC), International
Baccalaureate (IB), Cambridge Pre-U dan
sebagainya, termasuk pilihan melanjutkan ke berbagai sekolah tinggi kejuruan.
Bagi yang memilih sekolah
kejuruan dan ingin memasuki lapangan kerja dengan lebih cepat mereka dapat
mengambil pendidikan kejuruan (vocational), sebagai
contoh, pendidikan untuk mendapatkan sertifikat National
Vocational Qualification (NVQ). Pemegang
kualifikasi pendidikan kejuruan NVQ tetap mempunyai peluang untuk dapat
meneruskan pendidikan mereka ke tingkat perguruan tinggi atau universitas,
setelah memenuhi beberapa ketentuan akademis.
Pendidikan tinggi (higher education) umumnya dimulai dengan tiga tahun
pendidikan setingkat sarjana atau bachelor’s degree.
Kemudian, pendidikan pascasarjana dimulai dengan pendidikan tingkat master yang
biasanya dapat ditempuh dalam waktu satu tahun. Tingkat pendidikan tertinggi di
tahapan ini adalah pendidikan tingkat doktor yang setidaknya ditempuh selama
tiga tahun.
Di tingkat nasional,
pendidikan di England diawasi pemerintah pusat yaitu oleh Departemen Pendidikan
(Department for Education – DfE) dan Departemen Bisnis,
Inovasi dan Keterampilan (Department for Business,
Innovation and Skills – BIS). Namun untuk pelaksanaan kebijakan
pendidikan di tingkat daerah, masing-masing pemerintah daerah diberi tanggung
jawab dalam pengelolaannya. Bagian selanjutnya buku ini akan menjelaskan
keterangan singkat di atas lebih mendalam.
Batas akhir usia wajib
belajar akan berubah dari 16 tahun menjadi 18 tahun pada tahun 2015 berdasarkan
undang-undang Education and Skills Act 2008.
Aturan ini akan diterapkan secara bertahap mulai tahun 2013.
2.
Tipe Sekolah
Terdapat dua tipe sekolah
di Inggris berdasarkan sumber pembiayaannya, yaitu sekolah yang dibiayai
pemerintah (publicly-funded schools) atau ‘state school’ dan sekolah swasta (non grant-aided schools) atau ‘private school’. Sekolah yang dibiayai pemerintah
(state schools) dibagi menjadi yang tergolong umum
(maintained schools), yang dibiayai melalui pemerintah
daerah (local authority) dan yang tergolong khusus. Sedangkan
sekolah swasta, yaitu sekolah yang tidak menerima pendanaan dari pemerintah
sama sekali juga dikenal dengan istilah sekolah independen. Selain itu,
baru-baru ini pemerintah Inggris memperkenalkan sistem baru yang
dinamakan free school .
a)
State School (Sekolah Negeri)
Berikut
sekolah-sekolah state school yang
tergolong umum :
Ø Community
School
Sekolah
jenis ini sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah, termasuk aktivitas
perekrutan staf, pemilikan tanah dan gedung serta dalam menentukan persyaratan
masuk jika terdapat lebih banyak peminat dibandingkan kursi yang tersedia.
Umumnya sekolah jenis ini digabungkan bersamaan dengan pengembangan lingkungan
sekitar misalnya pengembangan fasilitas bersama, pengasuhan anak dan
kelas-kelas untuk orang dewasa.
Ø Foundation dan Trust
School
Foundation school dikelola
oleh suatu dewan pengurus yang dapat mempekerjakan karyawan dan dapat menentukan
persyaratan masuk sekolah. Tanah dan bangunan biasanya dimiliki oleh dewan
pengurus atau yayasan nirlaba. Trust school merupakan
suatu jenis foundation school namun
memiliki ikatan kerjasama nirlaba dengan badan lain.
Ø Voluntary-aided
School
Sekolah yang masuk tipe ini
biasanya sekolah yang berlandaskan agama atau ‘faith’ school.
Siapa saja dapat mengirimkan aplikasi untuk masuk sekolah jenis ini. Gedung
sekolah dan tanah umumnya dimiliki oleh lembaga nirlaba, seringkali organisasi
berlatar belakang keagamaan. Dewan pengurus dibebankan biaya pengelolaan gedung
dan pemeliharaannya.
Ø Voluntary-controlled
School
Jenis sekolah ini mirip
dengan voluntary-aided school, hanya saja dikelola sepenuhnya
oleh pemerintah daerah. Perekrutan staf dan kriteria persyaratan masuk juga
diatur oleh pemerintah daerah setempat.
Adapun state school yang tergolong khusus, contohnya:
a. Academies
Sekolah yang termasuk jenis ini dikelola
secara independen. Sekolah didirikan berdasarkan kerjasama berbagai pihak
termasuk didalamnya pemerintah, pihak swasta, kelompok sukarelawan dan
organisasi berlandaskan agama. Baik tanah maupun gedung dibeli secara patungan,
namun pemerintah melalui yang menyediakan biaya pemeliharaan.
b. Faith
School
Sekolah jenis ini dikelola sama dengan sekolah
yang didanai pemerintah lainnya, namun dalam kurikulumnya, persyaratan masuk
dan kebijakan pegawai dapat merefleksikan status sebagai sekolah berbasis
agama.
c. Grammar
School
Sekolah tipe ini memilih
semua atau mayoritas siswanya berdasarkan kemampuan akademis yang dimiliki
calon siswa.
b)
Private School (Sekolah Swasta)
Private school atau
sekolah independen memiliki kebebasan menentukan kurikulum dan persyaratan
masuk. Paling tidak terdapat 2.300 sekolah independen di Inggris. Sekolah ini
dibiayai oleh uang masuk yang dibayar orang tua murid . Sekitar 7% anak-anak di
Inggris masuk ke dalam Privete School. Private school memiliki status social
yang tinggi juga cenderung memiliki kelas yang lebis sedikit dam menghasilkan
pemeriksaan yang lebih baik dari kebanyakan State School. Beberapa LEA (Local
Education Authorities) telah memperkenalkan macam-macam system yang
komprehensif dengan membagi kelompok usia mereka untuk unit yang lebih kecil
,sekolah dasr: 5-9, sekolah menengah: 8/9-12/13, sekolah menengah atau tinggi:
12/13-16/18. Sekolah gereja (kebanyakan Anglican dan katolik) juga menerima
bantuan dari LEA dan tidak memungut biaya.
c)
Free School
Free school pertama
kali diperkenalkan oleh pemerintah Inggrisi pada tahun 2010. Sekolah ini tetap
didanai oleh pemerintah namun tidak dikelola oleh pemerintah daerah seperti
umumnya state school. Sekolah dapat didirikan oleh sekelompok
masyarakat tertentu misalnya orang tua murid, guru, yayasan nirlaba, universitas,
kelompok agama dan lain-lain yang disetujui pendanaannya oleh pemerintah.
Sekolah ini didirikan bukan untuk tujuan profit dan dalam penerimaan siswanya
tidak boleh bersifat selektif. Dengan keterlibatan masyarakat diharapkan
sekolah seperti ini dapat menyaingi atau mengungguli sekolah-sekolah swasta
yang memiliki kebebasan dalam pengelolaannya yang selama ini hanya dapat
ditempuh kalangan berada. Perencanaan kurikulumnya diatur oleh kepala sekolah,
termasuk gaji guru sampai dengan kalender akademik sekolah.
Pada bulan September 2011
telah dibuka sekolah pertama jenis ini di England, kemudian berkembang menjadi
24 sekolah dan pada bulan September 2012, pemerintah Inggris mengumumkan akan
ada tambahan 55 sekolah baru yang berdiri. Lebih lanjut, Departemen Pendidikan
Inggris telah menyetujui pembukaan 114 sekolah lainnya pada tahun ajaran 2013.
Tipe sekolah seperti ini
juga dikenalkan untuk tingkat lanjutan yang disponsori oleh universitas dan
dinamakan University Technical Colleges (UTC).
UTC didanai dan dikelola seperti free school namun
manajemennya harus dipimpin oleh universitas. UTC diperuntukkan bagi siswa usia
14 sampai dengan 19 tahun. Dari 79 sekolah yang sudah dan akan dibuka bulan
September 2012, terdapat 13 sekolah yang tergolong UTC.
Berikut uraian mengenai
berbagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan di England mulai
dari tingkat tertinggi yaitu ‘Nasional’ kemudian ‘Lokal’ sampai dengan tingkat
‘Lembaga’.
3.
Tingkat Nasional
Tanggung jawab terhadap
pelayanan pendidikan di England berada di tangan dua kementerian pemerintah
Inggris, yaitu: Departemen Pendidikan (Department for
Education - DfE) dan Departemen Bisnis, Inovasi dan
Keterampilan (Department for Business, Innovation and
Skills - BIS). Tanggung jawab DfE antara lain merencanakan dan
memantau pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah, menjamin penyediaan layanan
pendidikan terpadu bagi siswa dan merumuskan kebijakan terkait anak-anak dan
remaja. Sedangkan BIS bertanggung jawab terhadap sains dan inovasi,
keterampilan, pendidikan lanjutan dan tinggi serta perusahaan.
Selain kedua lembaga
kementerian pemerintahan tersebut, terdapat pula lembaga lain yang berkecimpung
dalam sistem pendidikan di tingkat nasional. Salah satunya adalah Ofsted atau Office for Standards in
Education, Children’s Services and Skills. Ofsted merupakan lembaga non-kementerian yang
bertanggung jawab terhadap pemeriksaan dan pengaturan panti sosial dan
penitipan anak (day care and children’s social care),
dan pemeriksaan terhadap pelayanan anak-anak, sekolah, perguruan tinggi,
pelatihan guru tingkat dasar, youth work, kerja
praktek dan pendidikan orang dewasa. Pada tingkat pendidikan tinggi,
badan Quality Assurance Agency for Higher Education (QAA) menyediakan
layanan penjaminan mutu di seluruh Inggris. Badan tersebut bersifat independen
dari pemerintah Inggris dan dinaungi oleh berbagai organisasi yang
merepresentasikan kepala berbagai lembaga pendidikan di Inggris.
Dalam hal pembiayaan
pendidikan, badan yang dinamakan The Education Funding
Agency (EFA) bertanggung jawab terhadap pendanaan untuk
pendidikan usia antara 3 sampai dengan 19 tahun. Badan ini erat kaitannya
dengan Departemen Pendidikan (DfE). Sedangkan untuk pendanaan dan pengawasan
pelatihan (skills training) dan pendidikan lanjutan (further education) untuk usia di atas 19 tahun,
dibebankan kepada Skills Funding Agency yang
merupakan rekan kerja Departemen Bisnis, Inovasi dan Keterampilan (BIS).
Lembaga tingkat nasional yang bertanggung jawab terhadap pendanaan pendidikan
tingkat tinggi (higher education) adalah
lembaga Higher Education Funding Council for England (HEFCE). Biaya langsung (direct cost) untuk pembiayaan riset spesifik didanai
oleh UK Research Councils, yang menurut undang-undang
berada di bawah pengawasan BIS dengan wilayah pendanaan mencakup seluruh
Inggris .
4. Tingkat
Daerah
Di tingkat daerah (local
level), tanggung jawab pengelolaan sekolah yang didanai publik atau
pemerintah berada di tangan pemerintah daerah (local authority)
atau biasa disebut LA. Merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk
memenuhi kebutuhan generasi muda usia sekolah di daerahnya, antara usia 3
sampai 19 tahun atau 3 sampai 25 tahun bagi peserta sekolah luar
biasa. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah bertugas mendistribusikan
dana dari pemerintah pusat ke sekolah-sekolah pemerintah di daerahnya.
5.
Tingkat Lembaga
Setiap lembaga pendidikan
memiliki dewan pengurus (governing body) yang
bertanggung jawab terhadap arahan perkembangan institusi. Berdasarkan hukum,
sekolah pemerintah yang tergolong dalam maintained schools terbagi
menjadi sekolah (1) komunitas (community),
(2) voluntary dan (3) foundation.
Umumnya sekolah yang termasuk dalam kategori komunitas didirikan dan didanai
secara penuh oleh pemerintah daerah (local authorities).
Sekolah voluntary umumnya didirikan oleh badan yang
bersifat nirlaba (voluntary), yaitu gereja, oleh
karena itu pihak pendiri memiliki kewenangan dalam pengelolaannya. Sekolah
jenis ini juga menerima bantuan dana dari pemerintah daerah walaupun mereka
tetap memiliki tanggung jawab sebagai pengelola utama. Foundation school juga dibantu pembiayaannya oleh
pemerintah daerah, namun dikelola oleh dewan pengurus sekolah (school governing body) atau yayasan amal.
Semua lembaga pendidikan
tingkat lanjutan dan tinggi memiliki kewenangan otonomi penuh. Lembaga
pendidikan tinggi yang berbentuk ‘universitas’ diberi kewenangan oleh parlemen
melalui undang-undang untuk mengembangkan sendiri jurusan mereka dan memberikan
gelar.
6.
Pendidikan Pra-Primer
Berdasarkan undang-undang,
pendidikan pra-primer adalah pendidikan untuk anak-anak yang belum memasuki
usia wajib belajar (anak yang belum berusia 5 tahun), pendidikan ini dapat
disediakan di sekolah, misalnya: di taman kanak-kanak atau kelas nursery di sekolah dasar, atau di mana saja.
Untuk anak-anak usia 3
bulan sampai 3 tahun, umumnya pendidikan disediakan oleh sektor swasta
dan voluntary, dengan orang tua membayar biaya pendidikan(non-compulsory). Untuk anak-anak berusia 3 dan 4 tahun
terdapat pendidikan gratis bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya.
7.
Pendidikan Primer dan Sekunder
Terdapat dua tahap
pendidikan primer dan sekunder yang termasuk program paket wajib belajar:
ü Pendidikan
Primer (usia 5-11 tahun), dan
ü Pendidikan
Sekunder (usia 11-16 tahun).
Umumnya siswa melanjutkan
dari sekolah primer ke sekolah sekunder di usia 11 tahun. Namun, ada beberapa
daerah di Inggris menggunakan 3 jenjang (3-tier)dan
menyediakan sekolah menengah (middle schools) untuk
siswa usia 8 atau 9 tahun sampai 12 atau 13 tahun. Banyak dari sekolah sekunder
setelah menyelesaikan tahap pendidikan wajib belajar juga menyediakan
pendidikan tingkat lanjutan untuk siswa usia 16 sampai 18 tahun.
8.
Kriteria Penerimaan
Penerimaan siswa baru sekolah-sekolah
primer atau sekunder yang dibiayai pemerintah, tidak dipungut bayaran. Orang
tua siswa dapat mengirimkan aplikasi untuk sekolah anaknya di mana saja. Proses
penerimaan siswa diatur oleh pemerintah melalui peraturan khusus yaitu Schools Admissions Code dan Schools Admission Appeals Code. Semua sekolah yang
dibiayai oleh pemerintah dan memiliki bangku kosong harus menerima aplikasi
siswa tanpa syarat. Kebijakan penerimaan siswa jika jumlah bangku tidak
mencukupi ditentukan oleh pemerintah daerah atau dewan pengurus sekolah
(tergantung dasar hukum sekolah bersangkutan)
9.
Waktu Belajar di Sekolah
Sekolah
harus buka selama 190 hari dalam satu tahun. Pengajar wajib berada di sekolah 5
hari lebih lama untuk tujuan kegiatan di luar waktu mengajar, seperti misalnya:
pengembangan profesi. Jangka waktu dan hari libur ditentukan oleh pemerintah
daerah atau dewan pengurus sekolah, tergantung dari dasar hukum sekolah
bersangkutan. Tahun ajaran baru biasanya dimulai awal September dan diakhiri
bulan Juli tahun berikutnya. Sekolah umumnya beroperasi lima hari seminggu
(Senin sampai Jum’at).
Waktu pengajaran minimum
dalam satu minggu:
Waktu belajar dalam satu
hari umumnya mulai pukul 09.00 hingga antara pukul 15.00 dan 16.00. Pengaturan
waktu belajar ditentukan oleh sekolah bersangkutan.
10. Jumlah
Siswa dalam Kelas
Jumlah siswa di sekolah primer dalam satu
kelas kelompok usia 5-7 tahun dibatasi 30 siswa. Siswa umumnya dikelompokkan
dengan kemampuan beragam, meskipun banyak pengajar yang menggunakan pengelompokan
berdasarkan kemampuan siswa. Di sekolah primer siswa umumnya diajar oleh
pengajar umum, sedangkan di sekolah sekunder diajar oleh pengajar spesialis
11. Kurikulum
Di Inggris, peran
pengembangan kurikulum wajib belajar berada di tangan Departemen Pendidikan
(DfE). Pada tingkat pendidikan primer, mata pelajaran yang diajarkan
dibagi berdasarkan tingkatan Key Stage.
Materi yang termasuk dalam tingkatan Key Stage 1 sampai
dengan Key Stage 3 adalah Bahasa Inggris, Matematika,
Sains, Desain dan Teknologi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sejarah,
Geografi, Seni dan Desain, Musik dan Olahraga. Pada Key Stage 3siswa wajib mengambil mata pelajaran Bahasa
Asing dan Kewarganegaraan.
Setelah menyelesaikan Key Stage 3, siswa mulai dihadapkan dengan berbagai
pilihan, yaitu setelah menyelesaikan Year 9. Saat baru
memasuki Year 10 pilihan tersebut adalah siswa mulai
memilih mata pelajaran, yaitu mata pelajaran wajib dan pilihan.
Mata pelajaran wajib dan
termasuk yang diujikan, antara lain: Bahasa Inggris, Matematika, Sains.
Mata pelajaran tersebut juga yang termasuk diujikan dalam ujian nasional General Certificate of Secondary Education (GCSE) di
akhir Year 11. Sebagai catatan, cakupan mata pelajaran wajib
dapat beragam tergantung sekolah.
Terdapat pula mata
pelajaran wajib namun mungkin tidak diujikan (tergantung sekolah), antara lain:
v Pendidikan
karir
v Kewarganegaraan
v Teknologi
Informasi dan Komunikasi
v Olahraga
v Pelajaran
Agama
v Pendidikan
hubungan manusia dan seks
v Pendidikan
kerja praktek
Mata pelajaran pilihan
sangat beragam dan tergantung dari sekolah yang menyediakannya. Namun setiap
sekolah harus menyediakan satu dari 4 bidang di bawah:
v Seni
(termasuk Seni Desain, Musik, Tari, Drama dan Art Media )
v Teknologi
dan Desain
v Kemanusiaan
(Sejarah dan Geografi)
v Bahasa
Asing Modern
Mata
pelajaran pilihan lainnya dapat termasuk: Studi Bisnis, Teknik (Engineering), Kesehatan
dan Kesejahteraan Sosial, Pariwisata (leisure and tourism),
Manufaktur dan lain sebagainya.
12. Pendidikan
Tingkat Lanjutan
Setelah siswa menyelesaikan
masa wajib belajar sampai dengan Year 11 dan
lulus ujian nasional GCSE kemudian mereka dapat melanjutkan pendidikan ke
tingkat lanjutan. Terdapat beberapa pilihan sekolah di tingkat ini, antara
lain: melanjutkan di sekolah yang sama, melanjutkan pendidikan ke sixth form college,further education
college, atau tertiary college.
Beberapa jenis sekolah
tersebut memiliki perbedaan penekanan materi antara pendidikan akademik/umum
dan pendidikan kejuruan. Umumnya siswa yang ingin melanjutkan ke tingkat
perguruan tinggi atau universitas memilih melanjutkan di sekolah yang sama (Year 12) atau melanjutkan ke sixth form college.
Kriteria penerimaan siswa
baru untuk jenjang pendidikan ini ditentukan oleh sekolah atau college masing-masing. Biaya pendidikan gratis
diberikan bagi siswa sampai dengan usia 19 tahun.
Tidak ada kurikulum wajib
di jenjang pendidikan tingkat lanjutan ini. Siswa dapat memilih berbagai mata
pelajaran yang ditawarkan oleh sekolah atau lembaga pendidikan tingkat lanjutan
berdasarkan kualifikasi yang mereka inginkan. Pengajar diberi kebebasan untuk
memutuskan metode dan materi pengajaran yang dianggap sesuai .
Kurikulum yang ditawarkan
di sekolah kejuruan, antara lain :
- Desain dan Seni
Desain 3D, Desain Kerajinan, Mode dan Tata Busana, Seni Murni, Desain Grafis, Media Interaktif, Fotografi and Tekstil. - Bisnis
Terdapat 35 kelas bisnis yang tersedia untuk DiplomaBTEC (Business and Technician Education Council), misalnya kelas bisnis yang berkaitan dengan Hukum, Pemasaran dan SDM, Administrasi dan Strategi e-Bisnis serta e-Bisnis Piranti Lunak. - Konstruksi
Teknik Sipil, Dasar Konstruksi, Layanan Bisnis Teknik. - Kesehatan dan Kesejahteraan
Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Ilmu Kesehatan. - Teknologi Informasi dan
Komputer
Pengembangan Piranti Lunak, Sistem Jaringan. - Land Based Subjects
Countryside Management, Manajemen Perikanan, Hortikultura, Pengajin Besi dengan Pengerjaan Logam. - Media, Musik, dan Seni
Pertunjukan
Media Produksi, Pengembangan Games, Media Interaktif dan Radio, Produksi Musik, Teknologi Musik, Seni Pertunjukan dengan Peran, Tari dan Desain. - Sains
Sains Terapan, Teknologi Gigi, Ilmu Forensik, Olahraga dan Ilmu Olahraga.
13. Pendidikan
Tinggi
Terdapat berbagai macam
tipe lembaga pendidikan tinggi termasuk diantaranya adalah universitas,
perguruan tinggi (higher education colleges),
dan university colleges. Lembaga pendidikan tinggi di
England sangat beragam baik segi ukuran, misi dan sejarahnya.
Pada tahun 2011 tercatat 165
institusi pendidikan tinggi di Inggris yang pendanaannya diatur pemerintah.
Hanya terdapat satu universitas yang tergolong swasta (independent), yaitu The University of Buckingham yang didirikan pada
tahun 1970. Di Inggris berbagai universitas membentuk menjadi suatu grup yang
dikenal dengan istilah ‘mission group’,
beberapa grup tersebut adalah: The 1994 Group yang
terdiri dari 19 universitas yang memiliki visi, standar dan nilai yang sama.
Kemudian ada juga grup Million+, University Alliance, dan Cathedral Group. Salah satu yang termasuk grup
bergengsi dengan termasuk didalamnya 24 universitas-universitas terkemuka
seperti Universitas Cambridge, Imperial College London, London School of Economics & Political Science, dan
Universitas Oxford , adalah Russell Group.
Di England terdapat sistem
universitas yang terdiri dari colleges (collegiate
system). Sistem pendidikan berupa colleges ini
diadopsi oleh universitas terkemuka, yaitu: Universitas Oxford, Universitas
Cambridge dan Universitas Durham. Universitas Oxford terdiri dari 38 colleges
dan 6 permanent private halls. Dengan jumlah yang tidak kalah
banyaknya, Universitas Cambridge terdiri atas 31 colleges; yang tertua bernama Peterhouse yang didirikan
pada tahun 1284 dan college terbaru
yaitu Robinson didirikan pada tahun 1979. Sedangkan Universitas Durham terbagi
menjadi 16 colleges.
Setiap college merupakan suatu lembaga independen
yang memiliki gedung sendiri dan pendapatan sendiri. College juga memiliki staf pengajar tersendiri dan
bertanggung jawab dalam menyeleksi mahasiswanya berdasarkan peraturan yang
ditetapkan universitas. Pengajaran mahasiswa dibagi menjadi pengajaran di
dalam college dan di departemen universitas. Namun,
gelar pada college diberikan oleh
universitas. Suatu college terdiri
juga dari tempat mahasiswa tinggal, makan dan bersosialisasi. Mereka juga
menerima sesi pengajaran dalam grup kecil. Sistem
supervisi ini merupakan satu alasan utama bagi keberhasilan universitas dalam
pandangan pihak eksternal dalam hal pengajaran dan pembelajaran. Selain
itu, ada juga universitas yang mengadopsi sistem federal, yaitu Universitas
London yang terdiri dari 18 colleges dan institutes.
Dalam struktur organisasi
di dalam universitas, umumnya universitas diwakilkan oleh Vice Chancellor dan Chancellor yang juga dilengkapi dengan dewan
pengurus(governing body). Vice Chancellor atau
terkadang dinamakan Principal adalah
kepala eksekutif suatu universitas atau perguruan tinggi.Mereka yang berada di
jabatan ini merupakan pemimpin universitas yang mengatur manajemen dan strategi
kepemimpinan, sekaligus sebagai perwakilan universitas ke dunia luas.
Sedangkan Chancellor, adalah kepala
non-eksekutif dari universitas. Perannya berbeda dari satu universitas ke
universitas lainnya. Banyaknya peran Chancellor hanya
bersifat simbolik. Tugasnya termasuk menganugerahi gelar saat upacara wisuda
atau mendukung upaya penggalangan dana untuk tujuan amal. Yang dipilih di
posisi ini, biasanya mereka yang dikenal oleh masyarakat setempat dan memiliki
kaitan kuat dengan universitas bersangkutan.
14. Penerimaan
Mahasiswa
Lembaga pendidikan tinggi
merupakan badan otonomi yang memiliki kebijakan penerimaan mahasiswa baru dan
persyaratan masuk untuk setiap programnya masing-masing. Persyaratan tersebut
salah satunya dituangkan dalam bentuk sistem poin (tariff points) yang
disebut UCAS atau Universities and Colleges Admission
Service. Sistem UCAS memungkinkan calon mahasiswa baru yang
memiliki kualifikasi berbeda untuk mendaftarkan diri ke universitas. Sistem ini
menganut penyetaraan nilai. Walaupun demikian, sistem ini tidak diwajibkan
untuk diadopsi oleh lembaga pendidikan tinggi dan banyak program studi di
berbagai universitas yang hanya mempersyaratkan hasil mata pelajaran A-Level dengan nilai tertentu. Bahkan lembaga
pendidikan tinggi juga menerima aplikasi dari pendaftar yang memiliki
pengalaman kerja, namun belum memiliki kualifikasi pendidikan .
Kebijakan saat ini
menekankan bahwa pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus (special education needs) sebisa mungkin diselenggarakan
bersamaan dengan sekolah umum lainnya. Jika seorang anak membutuhkan perhatian
lebih yang tidak dapat disediakan oleh sekolah, maka pemerintah daerah harus
memberikan pernyataan bahwa anak tersebut memiliki kebutuhan khusus, kemudian merinci
kebutuhan dan layanan ekstra yang diperlukan.
Pada tahun 2008/2009
terdapat 2,7% dari semua siswa di England yang dinyatakan perlu mendapat
pendidikan khusus. Tahun 2011, persentase siswa yang masuk sekolah berkebutuhan
khusus berjumlah sekitar 1,2% dari total siswa.
16. Staf
Pengajar
Staf pengajar di England
tidak tergolong pegawai negeri sipil (civil servants),
namun direkrut oleh pemerintah daerah atau lembaga yang tergantung jenis
sekolahnya. Staf pengajar di lembaga swasta merupakan pegawai dari lembaga
tersebut.
Untuk mengajar di sekolah
pemerintah (maintained schools), staf pengajar diwajibkan memiliki
sertifikasi QTS atau Qualified Teacher Status.
Ada dua kategori dalam sistem sertifikasi ini, yaitu: diadakan secara beruntun
(consecutive) atau bersamaan (concurrent).
Pelatihan yang diadakan
secara beruntun (consecutive) ditujukan bagi staf
pengajar yang sudah bergelar sarjana. Pelatihan profesi ini bertujuan untuk
mendapatkan dua sertifikat:
1.
Secara akademik yaitu Professional Graduate/Postgraduate Certificate in Education (PCGE)
2.
Secara profesional yaitu QTS. Pelatihan
kategori lainnya, yaitu yang diselenggarakan bersamaan (concurrent), merupakan pendidikan yang melibatkan
program studi tiga atau empat tahun dengan pemberian gelar sarjana dan sertifikasi
QTS.
Untuk di tingkat pendidikan
lanjutan (further education), staf pengajar diwajibkan memiliki
kualifikasi profesional. Semua staf yang tugas utamanya adalah mengajar,
memberikan pelatihan atau pendampingan terhadap murid, diwajibkan untuk berstatus Qualified Teacher Learning and Skills (QTLS)
atau Associate Teacher Learning Skills (ATLS).
Pada jenjang pendidikan
tinggi (higher education), lembaga pendidikan tinggi memberikan
pelatihan terhadap staf pengajarnya masing-masing, khususnya bagi staf pengajar
baru. Pelatihan ini tidak diwajibkan, namun lembaga pendidikan tinggi berhak
memasukkan syarat pelatihan ke dalam persyaratan kontrak kerja. Sertifikasi
untuk staf pengajar di tingkat pendidikan tinggi disebut Postgraduate Certificate in Higher Education (PCGHE),
yang diakreditasi oleh Higher Education Academy (HEA).
DAFTAR PUSTAKA
Britain
Today Book.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Telaah Pranata Masyarakat Inggris, semoga bisa membantu pembaca.
Posted by



0 comments:
Post a Comment