0

Sistem Pendidikan di Inggris, Education in England



A.    SEJARAH PENDIDIKAN DI INGGRIS

Sekolah di Inggris mulai didirikan oleh Saint Augustine dan pengikutnya yaitu Grammar School dan Song School. Grammar School bertujuan untuk mengajar bahasa Latin untuk imam bahasa Inggris, dan Song School (masih dimiliki beberapa katedral sampai sekarang) di mana 'anak-anak ningrat' dilatih untuk bernyanyi dalam paduan suara di katedral. Lalu sekolah ini terus berkembang di bawah nama Raja Henry VIII
1.      Grammar School dan Song School
Sering muncul kekeliruan yang menyamakan Grammer School dengan Song School. Namun sebenarnya mereka berbeda dari segi yayasan yang berbeda, fungsi dan sistem pengajaran
Song School pada dasarnya merupakan sekolah khusus atau profesional bagi mereka yang terlibat dalam langsung dalam pelayanan. Sedangkan Grammar School memberikan pendidikan umum, tata bahasa, retorika, logika, aritmatika, geometri, musik dan astronomi - yang dianggap sebagai persiapan untuk studi teologi, hukum dan kedokteran, yang dibutuhkan oleh calon negarawan, pengacara, pegawai negeri, dan petugas lainnya. Namun mata pelajaran yang diajarkan secara sistematis dalam Grammar School adalah tata bahasa Latin dan literatur, karena tujuan sekolah adalah: untuk mempersiapkan siswa untuk masuk ke Gereja, melatih calon pendeta dan rahib untuk melakukan dan memahami pelayanan Gereja, dan untuk membaca Alkitab serta tulisan-tulisan para Bapa
Banyak sekolah didirikan pada abad setelah kedatangan Agustinus, termasuk di Dorchester di Oxfordshire (sekitar 634), Winchester (648), Hexham (678), Malmesbury di Wiltshire, Lichfield, Hereford dan Worcester.
2.      Pendidikan Pada Masa Invasi
Pengembangan sekolah di Inggris itu terganggu oleh serangan Viking di Inggris selama satu abad lebih yang dimulai sekitar Tahun 866. Viking menghancurkan beberpa gedung dan juga membatasi kegiatan masyarakat pada saat itu. Namun kemudian Raja Alfred yang berhasil mengalahkan dan mengusir para viking, dan dia kembali membangkitkan pendidikan di Inggris. Ia menerjemahkan Perawatan Pastoral Paus Gregorius Agung dari bahasa Latin ke dalam bahasa Inggris dan mengirimkan salinan ke setiap Katedral di kerajaannya. Dalam kata pengantar buku ini, yang ditulis sekitar 893, dia menyesali penurunan belajar di Inggris  Alfred menunjukan kepedulian terhadap pendidikan. Sistem sekolah di Inggris mulai dibangun kembali. Pengaruh dan contoh Alfred akan pentingnya pendidikan terus dirasakan dan diikuti dalam pemerintahan anaknya dan cucunya
Invasi berikutnya adalah pada masa kekuasaan  William dari Normandia. Penggunaan Bahasa Perancis sebagai bahasa utama di Inggris ikut mempengaruhi dalam segi pendidikan. Bahasa Perancis menjadi bahasa pengantar dalam mempelajari Latin menggantikan bahasa Inggris. 1100-1500 Ekspansi dan pengembangan
Sekitar 1100 Gereja dan Katedral menguasai sekolah. Tapi sekolah baru bermunculan yang bukan dibawah kendali gereja atau katedral. Sekolah ini disebut Free Grammar School. Namun kurikulum yang di ajarkan di sekolah baru ini masih terbatas dlam hal membaca dan menulis, sementara di sekolah lama diajarkan cara bernyanyi serta pengetahuan dasar tentang Latin.
3.      Perkembangan Pendidikan
Perkembangan tidak hanya terjadi di sekolah namun juga untuk tingkat perguruan tinggi. Pada periode ini mulai dibangunnya universitas-universitas ternama seperti Oxford University dan Cambridge University.
·         Oxford
Oxford University - University College didirikan pada tahun 1249, Balliol pada tahun 1260 dan Merton tahun 1264. Perguruan tinggi ini awal didirikan oleh para uskup dan melayani khusus untuk lulusan kaya.Kurang dari satu abad kemudian, Oxford telah mencapai keunggulan dan memenangkan pujian dari paus serta raja atas keantikannya, kurikulum, doktrin dan hak istimewa yang didapatkan para lulusan Oxford
·         Cambridge
Keadaan di Oxford University membuat para siswanya lelah atas persaingan yang ketat dan bermusuhan. Beberapa sarjana Oxford pindah ke Cambridge pada tahun 1209. Mereka mempelajari lebih lanjut dalam aritmatika, musik, geometri dan astronomi. Hal ini menyebabkan tingkat sarjana dan master. Tidak ada profesor: pengajaran dilakukan oleh guru-guru yang diakui dan mendapatkan ijin mengajar. Dengan demikian peran guru mulai terbentuk: mereka yang berlisensi bukan hanya ditunjuk, dan gelar universitas adalah lisensi untuk mengajar. Beberapa master melanjutkan untuk studi lanjutan di keilahian, hukum daan kedokteran. Tahapan dalam kemajuan sarjana ditandai dengan upacra kelulusan, dengan nilai dibedakan oleh variasi dalam gaun, kerudung dan topi.
Kontrol gereja terhadap pendidikan mulai berkurang. Hal ini dapat terlihat dari perkembangan filsafat, kedokteran dan hukumdihapus dari bagian kurikulum pengawasan gereja; universitas baru yang merupakan badan belajar perusahaan berhak keputusan sendiri atas operasionalnya karena mereka telah memiliki ijin mengajar dan pemberian gelar; serta pada akhir abad ke-15 jaringan Grammr School dan Song School telah bergabung dengan sejumlah sekolah 'independen'. Independent school mulai dibuka untuk mengjarkan para anak laki-laki baik yang berbiaya atau dengan beasiswa, memiliki karakter yang baik dan kehidupan yang baik, sopan, mampu bersekolah, memiliki keinginan belajar dalam membaca.
Tidak ada ketentuan khusus mengenai wilayah untuk masuk ke sekolah ini karena sekolah ini bersifat independen dan nasional. Sekolah-sekolah ini selanjutnya berkembang menjadi Public School yaitu sekolah swasta yang masih ada saat ini. Contoh sekolah ini yaitu Winchester dan Eton.
·         Winchester
Winchester College didirikan oleh William dari Wykeham, Uskup Winchester dan Kanselir Richard II. Makna khusus Winchester adalah bahwa, meskipun terhubung dengan New College namun memiliki dasar yang terpisah dan berbeda untuk anak laki-laki, sebuah perusahaan berdaulat dan mandiri dan mengatur sendiri untuk kepentingannya sendiri.
·         Eton
Henry VI mendirikan Eton College pada 1440, diikuti setahun kemudian oleh King College Cambridge, yang harus dipasok dengan ulama dari Eton. Sekolah itu menjadi bagian dari sebuah yayasan besar yang termasuk komunitas imam sekuler, sepuluh di antaranya adalah Fellows, sebuah gereja ziarah, dan almshouse.

4.      Periode Renaissance dan Reformasi Inggris
Di bawah kepemimpinan Raja Henry, Reformasi Inggris mempengaruhi pendidikan di beberapa aspek. Beberapa sekolah dasar tua ditutup digantikan oleh sekolah yang baru. Banyak sekolah yang lebih tua dihidupkan kembali, diperluas, atau diubah menjadi sekolah gratis. Grammar Schoolmasih menggunakan sistem yang sama, tapi ada perubahan penting dalam sponsorship-nya. Sedangkan Grammar School abad pertengahan yang khas telah menjadi milik gereja.
Penghapusan biara-biara besar pada tahun 1540 mengakibatkan refoundation dua belas Grammar School yang merupakan bagian dari katedral. Hasil lain yang signifikan dari Reformasi adalah terjemahan Alkitab bahasa Latin ke dalam bahasa sehari-hari dan kemudian ditempatkan di setiap gereja paroki.
Sementara Reformasi mengakibatkan perubahan struktur sistem sekolah Inggris, Renaissance tampaknya memberikan sedikit pengaruh pada kurikulum.Yunani dan Ibrani ditambahkan ke kurikulum Latin utama. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pemahaman yang benar dari kitab suci, dan ada lebih banyak studi literatur. Namun pendidikan yang diberikan oleh Grammar School tetap 'kaku dan sempit'.
Renaissance memang memiliki efek memperluas pendidikan untuk kaum awam, sementara reformasi Henry mengurangi kontrol para bhikkhu.
Dapat disimpulkan pada periode ini terjadi peningkatan pengajaran vernakular, kegagalan lembaga-lembaga tradisional untuk beradaptasi baik dengan perubahan ekonomi atau perkembangan budaya, dan matinya sebagian besar sekolah terkemuka dari sponsorship oleh lembaga nasional untuk kebajikan pribadi.
5.      Sistem Pemagangan dan Ksatria
Pada awal abad ke-16 dan ke-17 terdapat banyak kritik terhadap kurikulum Grammar School yang terbatas. Secara khusus kritikan tersebut menyatakan bahwa kurikulum tidak lagi sesuai kebutuhan kelas atas, yang ingin anak-anak mereka dilatih untuk posting di Pengadilan, bagi diplomasi dan posisi yang lebih tinggi di tentara. Akibatnya, dua jenis penyediaan pendidikan menjadi populer dengan kelas atas: magang di tempat kerajinan dan perdagangan, yang distandarisasi dalam Statuta Elizabethan dari artificers pada 1562, dan sistem ksatria, yang memungkinkan keluarga bangsawan untuk mengirim anak-anak mereka untuk menjalani kursus pelatihan sebagai kesatria.
6.      Jenis Sekolah Baru
Sekolah swasta memiliki status sosial yang tinggi. Mereka juga cenderung memiliki kelas yang lebih kecil dan menghasilkan pencapaian pendidikan yang lebih baik daripada sekolah-sekolah negeri. Beberapa LEA telah memperkenalkan variasi dari sistem yang komprehensif dengan membagi kelompok usia menjadi unit-unit yang lebih kecil: sekolah pertama (Usia 5 Tahun s.d. 9 Tahun); sekolah menengah (Usia 8/9 Tahun s.d. 12/13 Tahun ), menengah atau SMA (Usia 12/13 Tahun – 16/18 Tahun). Sekolah-sekolah Gereja (kebanyakan Anglikan dan Katolik Roma) juga menerima bantuan dari LEA.
Sekolah umum yang paling terkenal dari sekolah menengah swasta. Sekolah ini didirikan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak pintar yang orang tuanya tidak mampu untuk mendidik mereka secara pribadi. Mereka berada di bawah manajemen atau pengawasan 'publik', sebagian besar menyediakan fasilitas asrama, di mana siswa tinggal serta belajar disana meskipun banyak dari mereka juga yang menginap di asrama.
Meskipun terjadi sedikit perubahan pada tradisi Grammar School, ada perkembangan yang signifikan dalam pendidikan anak-anak dan jumlah sekolah yang meningkat. Jenis sekolah lainnya yang mulai berkembang yaitu Writing School. Tujuan sekolah ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekuler di mana perdagangan sekarang berkembang dengan cepat dan administrasi menjadi lebih kompleks. Mereka mengajarkan cara menulis Bahasa Inggris dengan ahli dan pengecoran rekening. Pada periode Elizabeth, Ascham menekankan pentingnya bermain dalam pendidikan. Ia mendirikan sekolah sendiri, yang didanai oleh Richard Sackville.
7.      Konsep Pendidikan Universal
Sementara itu Grammar School, dengan kurikulum mereka yang sempit hanya terdiri dari sedikit Yunani dan Latin, tidak mampuuntuk memenuhi tuntutan baru dalam program pelatihan dan pendidikan anak-anak. Meningkatnya ketidakpuasan dengan kurikulum tradisional Grammar School membuat beberapa Grammar School di daerah perkotaam mengubah kurikulumnya secara signifikan khususnya di bidang matematika dan ilmu alam, sementara 7 dari 9 Grammar School terkemuka  tetap mempertahankan tradisi mereka.
Akademi yang dimaksudkan untuk pendidikan menteri agama didirikan dalam jumlah yang cukup besar dari tahun 1670 dan seterusnya.Mereka mulai mengambil banyak murid awam dan menyediakan kurikulum yang luas, termasuk (selain Yunani dan Latin tradisional), Bahasa Inggris, bahasa modern, matematika dan sejumlah ilmu pengetahuan alam, terutama fisika.
Pada awal abad ke-18,  kurikulum mulai mengambil bentuk modern, dengan penambahan matematika, geografi, bahasa modern, dan ilmu fisika.
Tapi meningkatnya urbanisasi kini mulai menimbulkan masalah baru. Upaya pertama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di kota dan daerah yaitu dengan mendirikan Sekolah Charity, yang mulai berkembang sekitar akhir abad ke-17.
8.       Menuju Sistem Pendidikan Negara
Terjadinya revolusi Inustri memerosotkan kualitas ekonomi, pendidikan serta kehidupan di Inggris.  Transformasi sosial, politik dan ekonomi yang dramatis disajikan untuk mengungkapkan ketidakmampuan penyediaan pendidikan di Inggris. Sejumlah laporan menyoroti kekurangan dan meminta sekolah-sekolah untuk lebih dan lebih baik lagi.
Untuk mengisi kesenjangan, dan untuk menyediakan industri baru dan sebagian masyarakat mendapatkan hak pilih Inggris, berbagai jenis sekolah mulai didirikan untuk menawarkan beberapa pendidikan dasar kepada masyarakat.
·      Sekolah Minggu.
Sekolah-sekolah Minggu mengajarkan anak-anak miskin maupun orang dewasa untuk membaca Alkitab, tetapi tidak untuk melakukan menulis atau aritmatika.
·      Sekolah Industri
Sekolah industri dibentuk untuk memberikan masyarakat miskin pelatihan manual dan instruksi dasar untuk memperbaiki Kondisi Masyarakat Miskin. Anak-anak diajarkan membaca dan menulis, geografi dan agama. Tiga puluh anak perempun yang bekerja merajut, menjahit, pekerjaan rumah tangga, dan 36 anak perempuan yang bekerja di merajut saja. Anak-anak yang lebih tua diajarkan sepatu, dan membantu menyiapkan sarapan yang disediakan di sekolah, dan anak-anak muda menyiapkan mesin untuk carding wol. Mereka juga diajarkan pekerjaan laundry. Staf terdiri dari satu kepala sekolah, dua guru merajut, dan satu guru untuk sepatu.
Pada tahun 1846 Komite Dewan Pendidikan, di bawah Sir James Kay-Shuttleworth, Sekretaris nya 1839-1849, mulai menyediakan kebun, lokakarya perdagangan, dapur dan mencuci, dan gratifikasi untuk master yang mengajar anak-anak berkebun dan kerajinan.
·         Sekolah Bayi
Sekolah bayi pertama didirikan oleh Robert Owen (1771-1858) di New Lanark, Skotlandia, tahun 1816. Anak-anak pada usia dua tahun dan dirawat sementara orang tua mereka bekerja di pabrik kapas lokal. Pengajaran terdiri dari hal-hal yang yang bisa mereka pahami, dan banyak perhatian ditujukan untuk menyanyi, menari, dan bermain
Sekolah swasta memiliki status sosial yang tinggi. Mereka juga cenderung memiliki kelas yang lebih kecil dan menghasilkan pencapaian pendidikan yang lebih baik daripada sekolah-sekolah negeri. Beberapa LEA telah memperkenalkan variasi dari sistem yang komprehensif dengan membagi kelompok usia menjadi unit-unit yang lebih kecil: sekolah pertama (Usia 5 Tahun s.d. 9 Tahun); sekolah menengah (Usia 8/9 Tahun s.d. 12/13 Tahun ), menengah atau SMA (Usia 12/13 Tahun – 16/18 Tahun). Sekolah-sekolah Gereja (kebanyakan Anglikan dan Katolik Roma) juga menerima bantuan dari LEA.
Sekolah umum yang paling terkenal dari sekolah menengah swasta. Sekolah ini didirikan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak pintar yang orang tuanya tidak mampu untuk mendidik mereka secara pribadi. Mereka berada di bawah manajemen atau pengawasan 'publik', sebagian besar menyediakan fasilitas asrama, di mana siswa tinggal serta belajar disana meskipun banyak dari mereka juga yang menginap di asrama.


B.     PENDIDIKAN DI INGGRIS MASA KINI
Sistem pendidikan di Inggris dibagi berdasarkan empat negara yang tergabung di dalamnya, yaitu England, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Setiap negara memiliki sistem terpisah di bawah pemerintahan masing-masing: Pemerintah Inggris bertanggung jawab atas England, selanjutnya Pemerintah Skotlandia, Pemerintah Wales dan Eksekutif Irlandia Utara bertanggung jawab terhadap sistem pendidikan negara masing-masing.
1.      Struktur Dasar Sistem Pendidikan di Inggris
Sistem pendidikan di Inggris yang umumnya dibagi menjadi beberapa jenjang berdasarkan umur, sebagai berikut:
·         Pendidikan pra-primer (pre-primary education), usia 3-4 tahun
·         Pendidikan primer (primary education), usia 4-11 tahun
·         Pendidikan sekunder (secondary education), usia 11-16 tahun
·         Pendidikan lanjutan (further education), usia 16-18 tahun
·         Pendidikan tinggi (higher education), usia di atas 18 tahun

Pendidikan wajib belajar dimulai sejak pendidikan primer saat anak-anak menginjak usia 5 tahun dan berakhir sampai dengan usia 16 tahun. Batas akhir usia wajib belajar ini akan berubah secara bertahap mulai tahun 2013 menjadi 18 tahun pada tahun 2015. Umumnya siswa setelah menyelesaikan pendidkan sekunder (usia 16 tahun), lalu mengambil ujian General Certificate of Secondary Education (GCSE), untuk kemudian melanjutkan ke pendidikan lanjutan (further education) selama 2 tahun. Umumnya setelah mendapatkan nilai GCSE siswa di Inggris mengambil kualifikasi AS (Advanced Subsidiary) level yang kemudian dilanjutkan dengan A-Level, yang dapat diambil di sekolah yang sama, sixth form college atau further education collegeA-Level biasanya dipakai sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke universitas. Selain A-Level terdapat beberapa pilihan lain seperti kualifikasi Business and Technology Education Council (BTEC), International Baccalaureate (IB), Cambridge Pre-U dan sebagainya, termasuk pilihan melanjutkan ke berbagai sekolah tinggi kejuruan.
Bagi yang memilih sekolah kejuruan dan ingin memasuki lapangan kerja dengan lebih cepat mereka dapat mengambil pendidikan kejuruan (vocational), sebagai contoh, pendidikan untuk mendapatkan sertifikat National Vocational Qualification (NVQ). Pemegang kualifikasi pendidikan kejuruan NVQ tetap mempunyai peluang untuk dapat meneruskan pendidikan mereka ke tingkat perguruan tinggi atau universitas, setelah memenuhi beberapa ketentuan akademis.
Pendidikan tinggi (higher education) umumnya dimulai dengan tiga tahun pendidikan setingkat sarjana atau bachelor’s degree. Kemudian, pendidikan pascasarjana dimulai dengan pendidikan tingkat master yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu satu tahun. Tingkat pendidikan tertinggi di tahapan ini adalah pendidikan tingkat doktor yang setidaknya ditempuh selama tiga tahun.
Di tingkat nasional, pendidikan di England diawasi pemerintah pusat yaitu oleh Departemen Pendidikan (Department for Education – DfE) dan Departemen Bisnis, Inovasi dan Keterampilan (Department for Business, Innovation and Skills – BIS). Namun untuk pelaksanaan kebijakan pendidikan di tingkat daerah, masing-masing pemerintah daerah diberi tanggung jawab dalam pengelolaannya. Bagian selanjutnya buku ini akan menjelaskan keterangan singkat di atas lebih mendalam.
Batas akhir usia wajib belajar akan berubah dari 16 tahun menjadi 18 tahun pada tahun 2015 berdasarkan undang-undang  Education and Skills Act 2008.  Aturan ini akan diterapkan secara bertahap mulai tahun 2013.

Tabel  1. Sistem pendidikan di Inggris berdasarkan kelompok usia [9, 10]


2.      Tipe Sekolah
Terdapat dua tipe sekolah di Inggris berdasarkan sumber pembiayaannya, yaitu sekolah yang dibiayai pemerintah (publicly-funded schools) atau ‘state school’ dan sekolah swasta (non grant-aided schools) atau ‘private school’. Sekolah yang dibiayai pemerintah  (state schools) dibagi menjadi yang tergolong umum (maintained schools), yang dibiayai melalui pemerintah daerah (local authority) dan yang tergolong khusus. Sedangkan sekolah swasta, yaitu sekolah yang tidak menerima pendanaan dari pemerintah sama sekali juga dikenal dengan istilah sekolah independen.  Selain itu, baru-baru ini pemerintah Inggris memperkenalkan sistem baru yang dinamakan free school .
a)         State School (Sekolah Negeri)
Berikut sekolah-sekolah  state school yang tergolong umum :
Ø  Community School
Sekolah jenis ini sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah, termasuk aktivitas perekrutan staf, pemilikan tanah dan gedung serta dalam menentukan persyaratan masuk jika terdapat lebih banyak peminat dibandingkan kursi yang tersedia. Umumnya sekolah jenis ini digabungkan bersamaan dengan pengembangan lingkungan sekitar misalnya pengembangan fasilitas bersama, pengasuhan anak dan kelas-kelas untuk orang dewasa.
Ø  Foundation dan Trust School
Foundation school dikelola oleh suatu dewan pengurus yang dapat mempekerjakan karyawan dan dapat menentukan persyaratan masuk sekolah. Tanah dan bangunan biasanya dimiliki oleh dewan pengurus atau yayasan nirlaba. Trust school merupakan suatu jenis foundation school namun memiliki ikatan kerjasama nirlaba dengan badan lain.
Ø  Voluntary-aided School
      Sekolah yang masuk tipe ini biasanya sekolah yang berlandaskan agama atau ‘faith’ school. Siapa saja dapat mengirimkan aplikasi untuk masuk sekolah jenis ini. Gedung sekolah dan tanah umumnya dimiliki oleh lembaga nirlaba, seringkali organisasi berlatar belakang keagamaan. Dewan pengurus dibebankan biaya pengelolaan gedung dan pemeliharaannya.
Ø  Voluntary-controlled School
Jenis sekolah ini mirip dengan voluntary-aided school, hanya saja dikelola sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Perekrutan staf dan kriteria persyaratan masuk juga diatur oleh pemerintah daerah setempat.

Adapun state school yang tergolong khusus, contohnya:
a.      Academies
      Sekolah yang termasuk jenis ini dikelola secara independen. Sekolah didirikan berdasarkan kerjasama berbagai pihak termasuk didalamnya pemerintah,  pihak swasta, kelompok sukarelawan dan organisasi berlandaskan agama. Baik tanah maupun gedung dibeli secara patungan, namun pemerintah melalui yang menyediakan biaya pemeliharaan.
b.      Faith School
      Sekolah jenis ini dikelola sama dengan sekolah yang didanai pemerintah lainnya, namun dalam kurikulumnya, persyaratan masuk dan kebijakan pegawai dapat merefleksikan status sebagai sekolah berbasis agama.
c.       Grammar School
Sekolah tipe ini memilih semua atau mayoritas siswanya berdasarkan kemampuan akademis yang dimiliki calon siswa.

b)         Private School (Sekolah Swasta)
Private school  atau sekolah independen memiliki kebebasan menentukan kurikulum dan persyaratan masuk. Paling tidak terdapat 2.300 sekolah independen di Inggris. Sekolah ini dibiayai oleh uang masuk yang dibayar orang tua murid . Sekitar 7% anak-anak di Inggris masuk ke dalam Privete School. Private school memiliki status social yang tinggi juga cenderung memiliki kelas yang lebis sedikit dam menghasilkan pemeriksaan yang lebih baik dari kebanyakan State School. Beberapa LEA (Local Education Authorities) telah memperkenalkan macam-macam system yang komprehensif dengan membagi kelompok usia mereka untuk unit yang lebih kecil ,sekolah dasr: 5-9, sekolah menengah: 8/9-12/13, sekolah menengah atau tinggi: 12/13-16/18. Sekolah gereja (kebanyakan Anglican dan katolik) juga menerima bantuan dari LEA dan tidak memungut biaya.

c)         Free School
Free school pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah Inggrisi pada tahun 2010. Sekolah ini tetap didanai oleh pemerintah namun tidak dikelola oleh pemerintah daerah seperti umumnya state school. Sekolah dapat didirikan oleh sekelompok masyarakat tertentu misalnya orang tua murid, guru, yayasan nirlaba, universitas, kelompok agama dan lain-lain yang disetujui pendanaannya oleh pemerintah. Sekolah ini didirikan bukan untuk tujuan profit dan dalam penerimaan siswanya tidak boleh bersifat selektif. Dengan keterlibatan masyarakat diharapkan sekolah seperti ini dapat menyaingi atau mengungguli sekolah-sekolah swasta yang memiliki kebebasan dalam pengelolaannya yang selama ini hanya dapat ditempuh kalangan berada. Perencanaan kurikulumnya diatur oleh kepala sekolah, termasuk gaji guru sampai dengan kalender akademik sekolah.
Pada bulan September 2011 telah dibuka sekolah pertama jenis ini di England, kemudian berkembang menjadi 24 sekolah dan pada bulan September 2012, pemerintah Inggris mengumumkan akan ada tambahan 55 sekolah baru yang berdiri. Lebih lanjut, Departemen Pendidikan Inggris telah menyetujui pembukaan 114 sekolah lainnya pada tahun ajaran 2013.
Tipe sekolah seperti ini juga dikenalkan untuk tingkat lanjutan yang disponsori oleh universitas dan dinamakan University Technical Colleges (UTC). UTC didanai dan dikelola seperti free school namun manajemennya harus dipimpin oleh universitas. UTC diperuntukkan bagi siswa usia 14 sampai dengan 19 tahun. Dari 79 sekolah yang sudah dan akan dibuka bulan September 2012, terdapat 13 sekolah yang tergolong UTC.
Berikut uraian mengenai berbagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan di England mulai dari tingkat tertinggi yaitu ‘Nasional’ kemudian ‘Lokal’ sampai dengan tingkat ‘Lembaga’.

3.      Tingkat Nasional
Tanggung jawab terhadap pelayanan pendidikan di England berada di tangan dua kementerian pemerintah Inggris, yaitu: Departemen Pendidikan (Department for Education - DfE) dan Departemen Bisnis, Inovasi dan Keterampilan (Department for Business, Innovation and Skills - BIS). Tanggung jawab DfE antara lain merencanakan dan memantau pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah, menjamin penyediaan layanan pendidikan terpadu bagi siswa dan merumuskan kebijakan terkait anak-anak dan remaja. Sedangkan BIS bertanggung jawab terhadap sains dan inovasi, keterampilan, pendidikan lanjutan dan tinggi serta perusahaan.
Selain kedua lembaga kementerian pemerintahan tersebut, terdapat pula lembaga lain yang berkecimpung dalam sistem pendidikan di tingkat nasional. Salah satunya adalah Ofsted atau Office for Standards in Education, Children’s Services and SkillsOfsted merupakan lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab terhadap pemeriksaan dan pengaturan panti sosial dan penitipan anak (day care and children’s social care), dan pemeriksaan terhadap pelayanan anak-anak, sekolah, perguruan tinggi, pelatihan guru tingkat dasar, youth work, kerja praktek dan pendidikan orang dewasa. Pada tingkat pendidikan tinggi, badan Quality Assurance Agency for Higher Education (QAA) menyediakan layanan penjaminan mutu di seluruh Inggris. Badan tersebut bersifat independen dari pemerintah Inggris dan dinaungi oleh berbagai organisasi yang merepresentasikan kepala berbagai lembaga pendidikan di Inggris.
Dalam hal pembiayaan pendidikan, badan yang dinamakan The Education Funding Agency (EFA) bertanggung jawab terhadap pendanaan untuk pendidikan usia antara 3 sampai dengan 19 tahun. Badan ini erat kaitannya dengan Departemen Pendidikan (DfE). Sedangkan untuk pendanaan dan pengawasan pelatihan (skills training) dan pendidikan lanjutan (further education) untuk usia di atas 19 tahun, dibebankan kepada Skills Funding Agency yang merupakan rekan kerja Departemen Bisnis, Inovasi dan Keterampilan (BIS). Lembaga tingkat nasional yang bertanggung jawab terhadap pendanaan pendidikan tingkat tinggi (higher education) adalah lembaga Higher Education Funding Council for England (HEFCE). Biaya langsung (direct cost) untuk pembiayaan riset spesifik didanai oleh UK Research Councils, yang menurut undang-undang berada di bawah pengawasan BIS dengan wilayah pendanaan mencakup seluruh Inggris .

4.      Tingkat Daerah
Di tingkat daerah (local level), tanggung jawab pengelolaan sekolah yang didanai publik atau pemerintah berada di tangan pemerintah daerah (local authority) atau biasa disebut LA. Merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan generasi muda usia sekolah di daerahnya, antara usia 3 sampai 19 tahun atau 3 sampai 25 tahun bagi peserta sekolah luar biasa. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah bertugas mendistribusikan dana dari pemerintah pusat ke sekolah-sekolah pemerintah di daerahnya.

5.      Tingkat Lembaga
Setiap lembaga pendidikan memiliki dewan pengurus (governing body) yang bertanggung jawab terhadap arahan perkembangan institusi. Berdasarkan hukum, sekolah pemerintah yang tergolong dalam maintained schools terbagi menjadi sekolah (1) komunitas (community), (2) voluntary  dan (3) foundation. Umumnya sekolah yang termasuk dalam kategori komunitas didirikan dan didanai secara penuh oleh pemerintah daerah (local authorities). Sekolah voluntary umumnya didirikan oleh badan yang bersifat nirlaba (voluntary), yaitu gereja, oleh karena itu pihak pendiri memiliki kewenangan dalam pengelolaannya. Sekolah jenis ini juga menerima bantuan dana dari pemerintah daerah walaupun mereka tetap memiliki tanggung jawab sebagai pengelola utama. Foundation school  juga dibantu pembiayaannya oleh pemerintah daerah, namun dikelola oleh dewan pengurus sekolah (school governing body) atau yayasan amal.
Semua lembaga pendidikan tingkat lanjutan dan tinggi memiliki kewenangan otonomi penuh. Lembaga pendidikan tinggi yang berbentuk ‘universitas’ diberi kewenangan oleh parlemen melalui undang-undang untuk mengembangkan sendiri jurusan mereka dan memberikan gelar.

6.      Pendidikan Pra-Primer
Berdasarkan undang-undang, pendidikan pra-primer adalah pendidikan untuk anak-anak yang belum memasuki usia wajib belajar (anak yang belum berusia 5 tahun), pendidikan ini dapat disediakan di sekolah, misalnya: di taman kanak-kanak atau kelas nursery di sekolah dasar, atau di mana saja.
Untuk anak-anak usia 3 bulan sampai 3 tahun, umumnya pendidikan disediakan oleh sektor swasta dan voluntary, dengan orang tua membayar biaya pendidikan(non-compulsory). Untuk anak-anak berusia 3 dan 4 tahun terdapat pendidikan gratis bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya.

7.      Pendidikan Primer dan Sekunder
Terdapat dua tahap pendidikan primer dan sekunder yang termasuk program paket wajib belajar:
ü  Pendidikan Primer (usia 5-11 tahun), dan
ü  Pendidikan Sekunder (usia 11-16 tahun).
Umumnya siswa melanjutkan dari sekolah primer ke sekolah sekunder di usia 11 tahun. Namun, ada beberapa daerah di Inggris menggunakan 3 jenjang (3-tier)dan menyediakan sekolah menengah (middle schools) untuk siswa usia 8 atau 9 tahun sampai 12 atau 13 tahun. Banyak dari sekolah sekunder setelah menyelesaikan tahap pendidikan wajib belajar juga menyediakan pendidikan tingkat lanjutan untuk siswa usia 16 sampai 18 tahun.

8.      Kriteria Penerimaan
Penerimaan siswa baru sekolah-sekolah primer atau sekunder yang dibiayai pemerintah, tidak dipungut bayaran. Orang tua siswa dapat mengirimkan aplikasi untuk sekolah anaknya di mana saja. Proses penerimaan siswa diatur oleh pemerintah melalui peraturan khusus yaitu Schools Admissions Code  dan Schools Admission Appeals Code. Semua sekolah yang dibiayai oleh pemerintah dan memiliki bangku kosong harus menerima aplikasi siswa tanpa syarat. Kebijakan penerimaan siswa jika jumlah bangku tidak mencukupi ditentukan oleh pemerintah daerah atau dewan pengurus sekolah (tergantung dasar hukum sekolah bersangkutan)

9.      Waktu Belajar di Sekolah
Sekolah harus buka selama 190 hari dalam satu tahun. Pengajar wajib berada di sekolah 5 hari lebih lama untuk tujuan kegiatan di luar waktu mengajar, seperti misalnya: pengembangan profesi. Jangka waktu dan hari libur ditentukan oleh pemerintah daerah atau dewan pengurus sekolah, tergantung dari dasar hukum sekolah bersangkutan. Tahun ajaran baru biasanya dimulai awal September dan diakhiri bulan Juli tahun berikutnya. Sekolah umumnya beroperasi lima hari seminggu (Senin sampai Jum’at).
Waktu pengajaran minimum dalam satu minggu:


Waktu belajar dalam satu hari umumnya mulai pukul 09.00 hingga antara pukul 15.00 dan 16.00. Pengaturan waktu belajar ditentukan oleh sekolah bersangkutan.

10.  Jumlah Siswa dalam Kelas
Jumlah siswa di sekolah primer dalam satu kelas kelompok usia 5-7 tahun dibatasi 30 siswa. Siswa umumnya dikelompokkan dengan kemampuan beragam, meskipun banyak pengajar yang menggunakan pengelompokan berdasarkan kemampuan siswa. Di sekolah primer siswa umumnya diajar oleh pengajar umum, sedangkan di sekolah sekunder diajar oleh pengajar spesialis

11.  Kurikulum
Di Inggris, peran pengembangan kurikulum wajib belajar berada di tangan Departemen Pendidikan (DfE).  Pada tingkat pendidikan primer, mata pelajaran yang diajarkan dibagi berdasarkan tingkatan Key Stage.  Materi yang termasuk dalam tingkatan Key Stage 1 sampai dengan Key Stage 3 adalah Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Desain dan Teknologi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sejarah, Geografi, Seni dan Desain, Musik dan Olahraga. Pada Key Stage 3siswa wajib mengambil mata pelajaran Bahasa Asing dan Kewarganegaraan.
Setelah menyelesaikan Key Stage 3, siswa mulai dihadapkan dengan berbagai pilihan, yaitu setelah menyelesaikan Year 9. Saat baru memasuki Year 10 pilihan tersebut adalah siswa mulai memilih mata pelajaran, yaitu mata pelajaran wajib dan pilihan.
Mata pelajaran wajib dan termasuk yang diujikan, antara lain: Bahasa Inggris, Matematika,  Sains. Mata pelajaran tersebut juga yang termasuk diujikan dalam ujian nasional General Certificate of Secondary Education (GCSE) di akhir Year 11. Sebagai catatan, cakupan mata pelajaran wajib dapat beragam tergantung sekolah.
Terdapat pula mata pelajaran wajib namun mungkin tidak diujikan (tergantung sekolah), antara lain:
v Pendidikan karir
v Kewarganegaraan
v Teknologi Informasi dan Komunikasi
v Olahraga
v Pelajaran Agama
v Pendidikan hubungan manusia dan seks
v Pendidikan kerja praktek
Mata pelajaran pilihan sangat beragam dan tergantung dari sekolah yang menyediakannya. Namun setiap sekolah harus menyediakan satu dari 4 bidang di bawah:
v Seni (termasuk Seni Desain, Musik, Tari, Drama dan Art Media )
v Teknologi dan Desain
v Kemanusiaan (Sejarah dan Geografi)
v Bahasa Asing Modern
Mata pelajaran pilihan lainnya dapat termasuk:  Studi Bisnis, Teknik (Engineering),  Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Pariwisata (leisure and tourism),  Manufaktur dan lain sebagainya.

12.  Pendidikan Tingkat Lanjutan
Setelah siswa menyelesaikan masa wajib belajar sampai dengan Year 11 dan lulus ujian nasional GCSE kemudian mereka dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat lanjutan. Terdapat beberapa pilihan sekolah di tingkat ini, antara lain: melanjutkan di sekolah yang sama, melanjutkan pendidikan ke sixth form college,further education college, atau tertiary college.
Beberapa jenis sekolah tersebut memiliki perbedaan penekanan materi antara pendidikan akademik/umum dan pendidikan kejuruan. Umumnya siswa yang ingin melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi atau universitas memilih melanjutkan di sekolah yang sama (Year 12) atau melanjutkan ke sixth form college.
Kriteria penerimaan siswa baru untuk jenjang pendidikan ini ditentukan oleh sekolah atau college masing-masing. Biaya pendidikan gratis diberikan bagi siswa sampai dengan usia 19 tahun.
Tidak ada kurikulum wajib di jenjang pendidikan tingkat lanjutan ini. Siswa dapat memilih berbagai mata pelajaran yang ditawarkan oleh sekolah atau lembaga pendidikan tingkat lanjutan berdasarkan kualifikasi yang mereka inginkan. Pengajar diberi kebebasan untuk memutuskan metode dan materi pengajaran yang dianggap sesuai .
Kurikulum yang ditawarkan di sekolah kejuruan,  antara lain :
  1. Desain dan Seni
    Desain 3D, Desain Kerajinan, Mode dan Tata Busana, Seni Murni, Desain Grafis, Media Interaktif, Fotografi and Tekstil.
  2. Bisnis
    Terdapat 35 kelas bisnis yang tersedia untuk DiplomaBTEC (Business and Technician Education Council), misalnya kelas bisnis yang berkaitan dengan Hukum, Pemasaran dan SDM, Administrasi dan Strategi e-Bisnis serta e-Bisnis Piranti Lunak.
  3. Konstruksi
    Teknik Sipil, Dasar Konstruksi, Layanan Bisnis Teknik.
  4. Kesehatan dan Kesejahteraan
    Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Ilmu Kesehatan.
  5. Teknologi Informasi dan Komputer
    Pengembangan Piranti Lunak, Sistem Jaringan.
  6. Land Based Subjects
    Countryside Management, Manajemen Perikanan, Hortikultura, Pengajin Besi dengan Pengerjaan Logam.
  7. Media, Musik, dan Seni Pertunjukan
    Media Produksi, Pengembangan Games, Media Interaktif dan Radio, Produksi Musik, Teknologi Musik, Seni Pertunjukan dengan Peran, Tari dan Desain.
  8. Sains
    Sains Terapan, Teknologi Gigi, Ilmu Forensik, Olahraga dan Ilmu Olahraga.

13.  Pendidikan Tinggi                                                                    
Terdapat berbagai macam tipe lembaga pendidikan tinggi termasuk diantaranya adalah universitas, perguruan tinggi (higher education colleges), dan university colleges. Lembaga pendidikan tinggi di England sangat beragam baik segi ukuran, misi dan sejarahnya.
Pada tahun 2011 tercatat 165 institusi pendidikan tinggi di Inggris yang pendanaannya diatur pemerintah. Hanya terdapat satu universitas yang tergolong swasta (independent), yaitu The University of Buckingham yang didirikan pada tahun 1970. Di Inggris berbagai universitas membentuk menjadi suatu grup yang dikenal dengan istilah ‘mission group’,  beberapa grup tersebut adalah: The 1994 Group yang terdiri dari 19 universitas yang memiliki visi, standar dan nilai yang sama. Kemudian ada juga grup Million+University Alliance, dan Cathedral Group. Salah satu yang termasuk grup bergengsi dengan termasuk didalamnya 24 universitas-universitas terkemuka seperti Universitas Cambridge, Imperial College LondonLondon School of Economics & Political Science, dan Universitas Oxford , adalah Russell Group.
Di England terdapat sistem universitas yang terdiri dari colleges  (collegiate system). Sistem pendidikan berupa colleges  ini diadopsi oleh universitas terkemuka, yaitu: Universitas Oxford, Universitas Cambridge dan Universitas Durham. Universitas Oxford terdiri dari 38 colleges dan 6 permanent private halls. Dengan jumlah yang tidak kalah banyaknya, Universitas Cambridge terdiri atas  31 colleges; yang tertua bernama Peterhouse yang didirikan pada tahun 1284 dan college terbaru yaitu Robinson didirikan pada tahun 1979. Sedangkan Universitas Durham terbagi menjadi 16 colleges.
Setiap college  merupakan suatu lembaga independen yang memiliki gedung sendiri dan pendapatan sendiri. College juga memiliki staf pengajar tersendiri dan bertanggung jawab dalam menyeleksi mahasiswanya berdasarkan peraturan yang ditetapkan universitas. Pengajaran mahasiswa dibagi menjadi pengajaran di dalam college dan di departemen universitas. Namun, gelar pada college diberikan oleh universitas. Suatu college terdiri juga dari tempat mahasiswa tinggal, makan dan bersosialisasi. Mereka juga menerima sesi pengajaran dalam grup kecil. Sistem supervisi ini merupakan satu alasan utama bagi keberhasilan universitas dalam pandangan pihak eksternal dalam hal pengajaran dan pembelajaran.  Selain itu, ada juga universitas yang mengadopsi sistem federal, yaitu Universitas London yang terdiri dari 18 colleges dan institutes.
Dalam struktur organisasi di dalam universitas, umumnya universitas diwakilkan oleh Vice Chancellor dan Chancellor yang juga dilengkapi dengan dewan pengurus(governing body)Vice Chancellor atau terkadang dinamakan Principal adalah kepala eksekutif suatu universitas atau perguruan tinggi.Mereka yang berada di jabatan ini merupakan pemimpin universitas yang mengatur manajemen dan strategi kepemimpinan, sekaligus sebagai perwakilan universitas ke dunia luas. Sedangkan Chancellor, adalah kepala non-eksekutif dari universitas. Perannya berbeda dari satu universitas ke universitas lainnya. Banyaknya peran Chancellor hanya bersifat simbolik. Tugasnya termasuk menganugerahi gelar saat upacara wisuda atau mendukung upaya penggalangan dana untuk tujuan amal. Yang dipilih di posisi ini, biasanya mereka yang dikenal oleh masyarakat setempat dan memiliki kaitan kuat dengan universitas bersangkutan.

14.  Penerimaan Mahasiswa
Lembaga pendidikan tinggi merupakan badan otonomi yang memiliki kebijakan penerimaan mahasiswa baru dan persyaratan masuk untuk setiap programnya masing-masing. Persyaratan tersebut salah satunya dituangkan dalam bentuk sistem poin (tariff points) yang disebut UCAS atau Universities and Colleges Admission Service. Sistem UCAS memungkinkan calon mahasiswa baru yang memiliki kualifikasi berbeda untuk mendaftarkan diri ke universitas. Sistem ini menganut penyetaraan nilai. Walaupun demikian, sistem ini tidak diwajibkan untuk diadopsi oleh lembaga pendidikan tinggi dan banyak program studi di berbagai universitas yang hanya mempersyaratkan hasil mata pelajaran A-Level dengan nilai tertentu. Bahkan lembaga pendidikan tinggi juga menerima aplikasi dari pendaftar yang memiliki pengalaman kerja, namun belum memiliki kualifikasi pendidikan .

15.  Sekolah Khusus
Kebijakan saat ini menekankan bahwa pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus (special education needs) sebisa mungkin diselenggarakan bersamaan dengan sekolah umum lainnya. Jika seorang anak membutuhkan perhatian lebih yang tidak dapat disediakan oleh sekolah, maka pemerintah daerah harus memberikan pernyataan bahwa anak tersebut memiliki kebutuhan khusus, kemudian merinci kebutuhan dan layanan ekstra yang diperlukan.
Pada tahun 2008/2009 terdapat 2,7% dari semua siswa di England yang dinyatakan perlu mendapat pendidikan khusus. Tahun 2011, persentase siswa yang masuk sekolah berkebutuhan khusus berjumlah sekitar 1,2% dari total siswa.


16.  Staf Pengajar
Staf pengajar di England tidak tergolong pegawai negeri sipil (civil servants), namun direkrut oleh pemerintah daerah atau lembaga yang tergantung jenis sekolahnya. Staf pengajar di lembaga swasta merupakan pegawai dari lembaga tersebut.
Untuk mengajar di sekolah pemerintah (maintained schools), staf pengajar diwajibkan memiliki sertifikasi QTS atau Qualified Teacher Status. Ada dua kategori dalam sistem sertifikasi ini, yaitu: diadakan secara beruntun (consecutive) atau bersamaan (concurrent).
Pelatihan yang diadakan secara beruntun (consecutive) ditujukan bagi staf pengajar yang sudah bergelar sarjana. Pelatihan profesi ini bertujuan untuk mendapatkan dua sertifikat:
1.      Secara akademik yaitu Professional Graduate/Postgraduate Certificate in Education (PCGE)
2.      Secara profesional yaitu QTS. Pelatihan kategori lainnya, yaitu yang diselenggarakan bersamaan (concurrent), merupakan pendidikan yang melibatkan program studi tiga atau empat tahun dengan pemberian gelar sarjana dan sertifikasi QTS.
Untuk di tingkat pendidikan lanjutan (further education), staf pengajar diwajibkan memiliki kualifikasi profesional. Semua staf yang tugas utamanya adalah mengajar, memberikan pelatihan atau pendampingan terhadap murid, diwajibkan untuk berstatus Qualified Teacher Learning and Skills (QTLS) atau Associate Teacher Learning Skills (ATLS).
Pada jenjang pendidikan tinggi (higher education), lembaga pendidikan tinggi memberikan pelatihan terhadap staf pengajarnya masing-masing, khususnya bagi staf pengajar baru. Pelatihan ini tidak diwajibkan, namun lembaga pendidikan tinggi berhak memasukkan syarat pelatihan ke dalam persyaratan kontrak kerja. Sertifikasi untuk staf pengajar di tingkat pendidikan tinggi disebut Postgraduate Certificate in Higher Education (PCGHE), yang diakreditasi oleh Higher Education Academy (HEA).

 

DAFTAR PUSTAKA

Britain Today Book.


Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Telaah Pranata Masyarakat Inggris, semoga bisa membantu pembaca.


0 comments:

Post a Comment

Back to Top