Wanita yang menyukai heningnya malam dan keindahan bulan, kecantikannya bersinar tulus dan murni, senyumannya mampu membawa angin sejuk disetiap hariku. Sementara aku hanyalah seorang pria yang terlalu tua untuknya, pengangguran, tak ada kelebihan apapun kecuali lemak di perutku yang tambun. Itu salah satu hal yang membuatku ragu untuk menghampirinya. Aku tak cukup pantas untuknya. Aku bahagia bersamanya meskipun ia bukan milikku tapi aku berharap aku dapat memiliki wanita ini seutuhnya, merangkulnya dengan seluruh hasrat cinta dan kasih yang ku miliki.
Keceriaan wanita ini membuatku buta akan realita kehidupan dan memabukkan ku sehingga aku tak sadar akan waktu yang berlari begitu cepat. Terlalu lama aku bergeming dalam persembunyianku, terlalu banyak kesempatan yang aku buang untuk memilikinya, hingga kini ia telah dimiliki seorang pria. Bagaikan fatamorgana di padang pasir, ia hanya sebuah hayal yang indah bagiku. Aku seperti sang pungguk yang merindukan sang ratu bulan. Meskipun begitu aku turut berbahagia atas kebahagiaannya dengan pria itu. Dan aku masih akan tetap mencintainya dalam diam.
Posted by



0 comments:
Post a Comment