0

Cerita Pendek 2

Waktu hampir menunjukkan pukul 19.30 dan dia masih belum juga tiba. Sudah 90 menit aku menunggunya di sini, sebuah cafe kopi ternama di sebuah mall di Bogor. Kesal ku sudah tak dapat ku bendung lagi, aku sangat tidak suka menunggi tapi sejak awal aku bersamanya dan setiap kami kencan ia selalu membuatku menunggu. Ini sudah kencan kami yang kelima dan ia masih membuatku geram saja. Oh aku sungguh berharap ada seseorang yang kukenal disini yang bisa menemaniku membunuh kejenuhanku, Tuhan. Sekilas kulihat sesosok wanita dengan kemeja putih, sepertinya aku mengenalnya. Itu Muti, sahabatku bersama 2 orang pria yang namapak seperti temannya. "Muti..." Aku memanggilnya setengah berteriak. Langsung orang disekitarku melihat ke arah ku, tapi teriakanku tak berhasil membuat muti berpaling ke arahku. Aku mengambil ponsel bermaksud untuk menelponnya. Ketika aku sedang mencari ponsel di dalam tas tiba-tiba Muti tengah ada di depan mejaku. "Han, ngapain di sini?" "Aku nunggu pacar aku mut, lama banget deh" "Roby? Yaampun, emang dia dimana?" "Dia dari rumah mau jemput aku mut, Tapi belom dateng juga. Muti mau kemana?" "Aku ada janji mau buka bersama han, yaudah aku duluan yah ga enak sama temen aku yang lain" "Yaah Muti kirain mau nemenin aku, yaudah deh, daahh" Dan aku pun kembali termenung sendirian . Aku memainkan game di ponsel untuk mengusir kejenuhanku, tiba tiba ada pesan masuk dari Roby. "Sayang aku tadi muntah" Sontak aku kaget dan panik, seolah semua amarahku padanya hilang bergantikan rasa cemas. Aku langsung menelpon ponselnya tapi tak dijawab. Aku semakin panik, namun aku berusaha untuk menenangkan diriku dengan fikiran-fikiran positif. Mungkin dia sedang membawa kendaraan sehingga ia tak bisa menjawab telpon ku. Ya, itu masuk akal. Sebaiknya aku tetap menunggu kabar darinya yang entah kapan dia akan tiba. Namun aku tetap yakin, ia akan segera tiba dan menemuiku.

0 comments:

Post a Comment

Back to Top