Cerita Pendek 1
Aku melangkah dalam sepi, hampir goyah dalam setiap pijakan kaki ini. Termenung aku sendiri, otakku berfikir keras mengapa semua ini bisa terjadi dan kerja kerasnya masih saja tak temukan jawaban.
Siang tadi aku mengecek BB yang tak sempat kusentuh dari pagi karena kesibukan pekerjaan yang begitu padat. Aku bermaksud untuk mencari kabar Randi yang sejak malam tak ku dengar kabar beritanya.
Tapi aku tak bisa menemukan kontaknya saat kuketik namanya di Blackberry Messenger yang terlihat hanya : Result -none-
Aku heran, sambil tetap berusaha mencari kontaknya di Category 'kampus' tapi dia tidak ada. Aku ingat semalam ia mengirimkan sebuah pesan, aku segera mencarinya di category 'chat' tapi tidak ada juga. Mustahil, ini tak mungkin terjadi jika ... Dia menghapusku dari kontaknya.
Aku semakin panik, jantungku berdegup kencang, darahku meluap hingga ubun-ubun dan seketika itu waktu serasa terhenti. Apa-apaan ini? Mengapa ia menghapusku? Apa yang sudah aku lakukan? Apa salahku? Apakah kini ia membenciku? Randi, aku sama sekali tidak pernah menyangka ia akan melakukan hal yang paling aku benci. Amarah, kesal, sesal, sedih semua tercampur aduk membuat otakku semakin tak bisa berfikir dengan jernih.
Aku langsung membuat pesan singkat yang kukirim lewat sms, tapi dia tak membalasnya. Tak putus asa, aku pun mengiriminya Direct Message melalui twitter, dan ia tak terlihat disana. Aku melihat ia memperbaharui statusnya di facebook, aku berniat untuk menanyakan hal itu di komentar statusnya, tapi ketika aku membuka komentar status disana ia sedang berbincang dengan kakak tingkatku, kak Shinta, lalu aku mengurungkan niatku.
Beberapa jam berlalu tapi ia belum juga membalas pesanku. Akhirnya aku nekat menulis komentar di statusnya tadi 'kak Roni, delcont bbm aku yah?'. Entah apa yang akan ia dan kak Shinta fikirkan, aku tak peduli apakah pesan itu terlalu frontal. Aku hanya butuh penjelasan darinya.
Sepanjang perkuliahan hari ini konsentrasiku benar-benar buyar, aku tak bisa menjawab semua pertanyaan dari dosen, dan teman-temanku bertanya mengapa aku banyak diam. Mulutku memang tak terbuka, tapi sungguh otak dan hatiku sangat ramai dengan berbagai macam fikiran dan perasaan.
Selesai perkuliahan aku masih penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Aku mencari tahu dari Time Line twitternya. Disana kulihat sudah ada beberapa posting yang ... Hey, itu balasan dari posting-postingku yang tadi.
Saat aku bingung dan galau aku memposting beberapa kalimat tentang hal ini, dan kini dia menulis posting yang berkaitan dengan postingku. Tapi, postingnya itu membuatku kecewa. Aku semakin marah karena mereka terkesan seperti pembelaan diri yang tidak masuk akal. Aku mengirimkan kembali sebuah pesan melalui direct message di twitter :
'Kalau emang bbm eror bisa kali bales pesan aku, maaf kalau aku salah. Yaudah ga usah perang di TL. Makasih'
Dia membalas seperlunya. Tak ada kata-kata yang aku harapkan dan alasan 'bb eror' itu sungguh tak masuk akal. Pertanyaannya sekarang adalah, kalau memang eror kenapa ia tak coba mencariku melalui facebook, twitter, sms, whatsapp? Kenapa harus aku yang menanyakan hal itu lalu dia baru menjelaskannya dengan tanpa merasa bersalah? Mungkin seharusnya aku tak perlu bertanya supaya aku bisa tahu sampai kapan dia melupakanku, mudahkah perasaan sayang yang ia katakan kemarin itu kini hilang? Tak berartikah aku di matanya? Apakah dia mempermainkanku?
Dia memberikan pin bbm nya tapi aku tidak mau invite. Aku tidak ingin mempertahankan orang yang tidak mau berada di sekitarku. Sebaiknya aku membiarkannya pergi.
Fikiran itu sangat sulit untuk dipertahankan, aku hampir goyah dan ingin memilikinya kembali, aku merindukannya, aku masih saja membuka akun-akunnya setiap beberapa menit dan aku selalu kecewa karena tidak menemukan sesuatu yang aku cari.
Sampai aku hendak memejamkan mata menutup hari, aku masih membuka akun-akunnya yang samasekali tidak ada perubahan. Tapi, hey Direct Message yang aku kirimkan tadi tidak ada? Message dari dia pun hilang sebagian? Kenapa ini? Apa ... Dia juga menghapusnya? Tapi kenapa dia harus menghapus Direct Message? Hal itu sangat pribadi dan tidak akan ada yang bisa membacanya selain dia sendiri, lalu mengapa pesannya tidak ada? Apa dia takut ketahuan oleh seseorang? Seseorang .. Apa dia mempunyai kekasih, atau apa?
Aku selalu berdoa "Yaa الله jika ia baik untukku dekatkanlah kami, jika tidak tolong jauhkan ia dariku agar aku tidak tersakiti"
Apa semua ini jawaban dari doaku? Tapi aku kini sudah tersakiti ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Posted by



0 comments:
Post a Comment